BANJARBARU, LenteraWayracana.id – Keselamatan penerbangan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi maupun kemampuan awak pesawat. Di balik setiap lepas landas dan pendaratan yang aman, terdapat budaya disiplin yang dibangun melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar. Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan Korve KOBA (Kerusakan Oleh Benda Asing) yang dilaksanakan seluruh personel Lanud Sjamsudin Noor di area apron, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan penyisiran area apron tersebut merupakan bagian dari strategi preventif untuk menghilangkan potensi Foreign Object Damage (FOD), yakni ancaman yang berasal dari benda-benda asing seperti batu kecil, serpihan logam, plastik, baut, maupun material lainnya yang dapat mengganggu keselamatan operasional penerbangan.

Dalam perspektif keselamatan penerbangan modern, FOD merupakan salah satu faktor risiko yang tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele. Secara ilmiah, benda berukuran kecil sekalipun dapat menyebabkan kerusakan serius apabila terhisap ke dalam mesin pesawat atau menghambat pergerakan roda pesawat di apron. Karena itu, pengendalian FOD telah menjadi bagian dari standar keselamatan penerbangan di berbagai pangkalan udara maupun bandar udara internasional.
Kegiatan Korve KOBA dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., yang turut mengawasi jalannya penyisiran bersama seluruh personel Lanud. Dengan ketelitian tinggi, setiap sudut apron diperiksa untuk memastikan tidak ada benda asing yang berpotensi membahayakan aktivitas penerbangan.
Lebih dari sekadar kegiatan kebersihan, Korve KOBA merefleksikan filosofi bahwa keselamatan dibangun melalui disiplin kolektif. Setiap personel memiliki tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga lingkungan operasi penerbangan tetap steril dari potensi bahaya. Kesadaran bersama inilah yang menjadi fondasi utama budaya safety first di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Dari sudut pandang manajemen risiko, kegiatan ini menunjukkan bahwa pencegahan selalu lebih efektif dibandingkan penanganan setelah insiden terjadi. Investasi terbesar dalam keselamatan bukan hanya pada teknologi, tetapi juga pada konsistensi manusia dalam menerapkan prosedur dan budaya kerja yang berorientasi pada mitigasi risiko.
Di tengah meningkatnya dinamika operasional penerbangan, kesiapan apron yang bersih dan bebas dari benda asing menjadi prasyarat mutlak bagi kelancaran setiap misi. Karena itu, Korve KOBA bukan sekadar agenda rutin, melainkan manifestasi komitmen institusi dalam mewujudkan zero accident, memperkuat keselamatan terbang dan kerja (Lambangja), serta memastikan seluruh operasi penerbangan TNI Angkatan Udara maupun penerbangan sipil dapat berlangsung secara aman, efektif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Lanud Sjamsudin Noor menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan misi udara, tetapi juga dari kesungguhan menjaga setiap detail yang menopang keselamatan. Sebab, dalam dunia aviasi, keamanan selalu lahir dari disiplin yang dilakukan secara konsisten.
Sumber: Penerangan Lanud Sjamsudin Noor. (LW.ID)

