Baolan, Tolitoli LenteraWayracana.id — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tolitoli kembali menjadi ruang partisipasi publik. Di balik kemeriahan lomba gerak jalan yang setiap tahun menyedot perhatian masyarakat, muncul pula dorongan agar pelaksanaannya tidak semata mengejar aspek hiburan dan kreativitas, tetapi tetap berpijak pada nilai nasionalisme, etika, budaya, serta norma agama yang hidup di tengah masyarakat.
Aspirasi tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPK BKPRMI) Kecamatan Baolan, Ghufron Arsyah Prawira, S.Sos., bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Baolan, Drs. Moh. Faqih Naukoko, kepada Bupati Tolitoli, Pemerintah Kabupaten Tolitoli, serta panitia pelaksana lomba gerak jalan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026.
Masukan itu, menurut keduanya, bukan dimaksudkan untuk mengurangi ruang kreativitas masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan. Sebaliknya, aspirasi tersebut diarahkan agar kemeriahan tetap berada dalam koridor kepatutan dan mencerminkan karakter masyarakat Tolitoli.
Kreativitas dan Etika Perlu Berjalan Beriringan
Ghufron Arsyah Prawira mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Tolitoli dalam menyelenggarakan lomba gerak jalan sebagai bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

Namun, ia menilai diperlukan evaluasi secara berkala terhadap sejumlah ketentuan teknis, terutama berkaitan dengan standar penampilan, kostum, maupun atraksi peserta.
Menurutnya, ruang publik dalam momentum peringatan kemerdekaan memiliki dimensi sosial yang luas. Peserta tidak hanya tampil di hadapan juri, tetapi juga disaksikan anak-anak, remaja, keluarga, tokoh masyarakat, serta berbagai lapisan masyarakat.
Karena itu, kreativitas idealnya tidak ditempatkan sebagai nilai yang berdiri sendiri, melainkan berjalan beriringan dengan etika dan kepatutan.
«“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tolitoli yang setiap tahun menyelenggarakan lomba gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun kami juga berharap pemerintah dan panitia dapat melakukan evaluasi terhadap ketentuan pelaksanaan kegiatan, khususnya mengenai standar penampilan, kostum, dan atraksi peserta, agar selaras dengan nilai-nilai budaya, norma agama, dan etika yang hidup di tengah masyarakat Kabupaten Tolitoli,” ujar Ghufron.»
Ia menambahkan, lomba gerak jalan seharusnya dapat ditempatkan sebagai salah satu medium pendidikan karakter. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, serta semangat kebangsaan.
«“Lomba gerak jalan bukan hanya ajang kreativitas, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan nasionalisme. Karena itu, kami berharap seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dapat menampilkan sikap, penampilan, dan atraksi yang sesuai dengan ketentuan panitia serta menghormati norma yang berlaku di masyarakat,” katanya.»
MUI: Momentum Kemerdekaan Harus Tetap Bermartabat
Senada dengan itu, Ketua MUI Kecamatan Baolan, Drs. Moh. Faqih Naukoko, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan sekadar perayaan seremonial.
Menurutnya, kegiatan yang digelar pemerintah dan melibatkan masyarakat secara luas semestinya memiliki standar kepatutan yang dapat menjadi rujukan bersama.
«“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum yang mempersatukan seluruh elemen bangsa. Dalam kegiatan resmi pemerintah, sudah semestinya setiap peserta menyesuaikan penampilan dan perilakunya dengan nilai-nilai agama, budaya, adat istiadat, serta ketentuan yang ditetapkan oleh panitia,” tutur Faqih.»
Ia berharap masukan masyarakat tidak dipandang sebagai pembatasan terhadap kreativitas, melainkan sebagai bagian dari mekanisme sosial untuk membangun penyelenggaraan kegiatan yang semakin tertib dan berkeadaban.
MUI Kecamatan Baolan juga mendorong adanya pedoman yang lebih terukur mengenai tata tertib dan standar penampilan peserta. Pedoman tersebut dinilai penting agar seluruh kelompok peserta memiliki parameter yang sama dan tidak menimbulkan perbedaan tafsir selama pelaksanaan lomba.
«“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tolitoli dan panitia pelaksana dapat menyusun pedoman yang lebih jelas mengenai tata tertib dan standar penampilan peserta. Dengan adanya pedoman yang sama bagi seluruh peserta, kegiatan akan berlangsung lebih tertib, bermartabat, dan tetap mencerminkan semangat persatuan serta saling menghormati,” ujarnya.»
Menjaga Kemeriahan, Merawat Nilai
Secara lebih luas, aspirasi DPK BKPRMI dan MUI Kecamatan Baolan memperlihatkan adanya dinamika konstruktif antara kreativitas publik dan norma sosial. Lomba gerak jalan memang merupakan ruang ekspresi masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga menjadi panggung representasi nilai-nilai yang hidup dalam sebuah daerah.
Dalam perspektif sosial, kegiatan publik semacam ini memiliki fungsi ganda: menghadirkan hiburan sekaligus membangun pengalaman kolektif. Anak-anak dan generasi muda yang menyaksikannya tidak hanya menikmati kemeriahan, tetapi juga menyerap pesan tentang bagaimana sebuah masyarakat mengekspresikan kegembiraan dalam ruang bersama.
Karena itu, penyusunan aturan yang jelas dapat menjadi titik temu antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial. Kreativitas tidak perlu dipadamkan, tetapi diarahkan agar tetap memiliki pijakan etis.
Pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya dirayakan melalui gegap gempita perlombaan, melainkan juga melalui kemampuan masyarakat merawat ruang kebersamaan.
DPK BKPRMI Kecamatan Baolan dan MUI Kecamatan Baolan berharap Pemerintah Kabupaten Tolitoli serta panitia pelaksana dapat menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan lomba gerak jalan, baik pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 maupun kegiatan serupa pada masa mendatang.
Dengan demikian, kemeriahan tetap terjaga, kreativitas tetap memiliki ruang, sementara nilai kesopanan, budaya, agama, nasionalisme, dan persatuan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap perayaan kemerdekaan.
Sumber: DPK BKPRMI Kecamatan Baolan dan MUI Kecamatan Baolan.

