TOLITOLI, LenteraWayracana.id | – Sinergi lintas kepolisian kembali menunjukkan efektivitasnya dalam upaya penegakan hukum. Seorang terduga pelaku kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Buol berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Tolitoli melalui operasi gabungan yang melibatkan personel Satreskrim Polres Buol, Satreskrim Polres Tolitoli, dan Polsek Dako Pemean.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari laporan resmi Kapolsek Dako Pemean Iptu Ismail Mappiasse, operasi penangkapan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, sekitar pukul 13.00 WITA, di Desa Galumpang, Kecamatan Dako Pemean, Kabupaten Tolitoli.
Dalam skenario penindakan yang disusun secara terukur, personel Satreskrim Polres Buol melakukan pengejaran dari belakang terhadap terduga pelaku. Sementara itu, personel Satreskrim Polres Tolitoli bersama anggota Polsek Dako Pemean melakukan penghadangan di ruas Jalan Trans Sulawesi yang melintasi Desa Galumpang. Strategi tersebut berhasil mempersempit ruang gerak pelaku hingga akhirnya diamankan tanpa menimbulkan gangguan terhadap masyarakat sekitar.
Terduga pelaku diketahui berinisial Moh. Ridha, lahir di Buol pada 17 Januari 2006, beralamat di Desa Soraya, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, dengan status sebagai pelajar/mahasiswa.
Saat dilakukan penangkapan, petugas turut mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion yang diduga berkaitan dengan mobilitas terduga pelaku. Setelah proses pengamanan selesai, terduga pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan dan dibawa menuju Polres Buol untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari perspektif penegakan hukum, keberhasilan operasi ini mencerminkan bahwa koordinasi antarsatuan kepolisian merupakan elemen fundamental dalam membangun efektivitas penanganan perkara lintas wilayah. Kecepatan pertukaran informasi, ketepatan strategi, serta disiplin operasional menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan penangkapan.
Lebih jauh, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap tindak pidana memiliki konsekuensi hukum yang tidak dapat dihindari. Di balik setiap operasi kepolisian, terdapat kerja kolektif yang berlangsung senyap namun sistematis—sebuah manifestasi dari komitmen negara dalam menghadirkan rasa aman sekaligus memastikan supremasi hukum tetap berjalan di tengah dinamika sosial masyarakat.
Hingga proses pengamanan selesai dilaksanakan, situasi di lokasi dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
(Lw.id)

