Lenterawayracana.id | Toli-toli – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di kawasan Kilo Dua, Jalan Mohammad Saleh Bantilan, yang mengakibatkan seorang ibu pengendara sepeda motor terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar tiga meter (Kamis 14 Mei 2926 ) Pukul 09.00 WITA.

Peristiwa ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju Dusun Ogomoli. Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, situasi lalu lintas saat itu diwarnai dengan kendaraan berukuran besar berupa truk yang beriringan dengan mobil pikap dari arah berlawanan.
Secara kronologis, insiden bermula ketika mobil pikap mencoba mendahului truk di jalur yang relatif sempit. Manuver tersebut memaksa korban untuk mengambil tindakan menghindar dengan menepi ke sisi kiri jalan.
Dalam perspektif keselamatan berkendara, langkah tersebut merupakan respons defensif. Namun, kondisi bahu jalan yang mengalami penurunan kualitas struktur menjadi faktor risiko yang tidak terantisipasi. Saat korban menurunkan kaki kiri untuk menjaga keseimbangan, pijakan yang digunakan ternyata berada di bahu jalan yang sudah menipis dan tidak stabil.
Akibatnya, korban kehilangan keseimbangan dan langsung terjatuh ke jurang dengan kedalaman kurang lebih tiga meter bersama sepeda motor yang dikendarainya.


Warga dan pengguna jalan yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Korban berhasil dievakuasi dari jurang ke badan jalan oleh masyarakat sekitar yang melintas. Aksi cepat tersebut mencerminkan tingginya solidaritas sosial dalam situasi darurat.
Pasca kejadian, insiden tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat, yakni Pos KPPP Pelabuhan Dede. Merespons laporan tersebut, personel KPPP yang dipimpin oleh Aiptu Entong bersama anggota langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penanganan awal dengan mengamankan area kejadian serta memasang garis polisi (police line) guna mencegah potensi gangguan dan memastikan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Meski sempat ditawari untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, korban memilih untuk diantar pulang ke kediamannya di Dusun Ogomoli.
Secara analitis, kejadian ini menegaskan bahwa kecelakaan tidak hanya dipicu oleh faktor perilaku berkendara, tetapi juga kondisi infrastruktur jalan. Bahu jalan yang tidak memiliki daya dukung memadai menjadi titik rawan yang berpotensi memicu kecelakaan, terutama pada ruas jalan sempit dengan intensitas lalu lintas tinggi.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan pada kondisi bahu jalan, guna meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.
(Nawir Abu)

