LenteraWayracana.id | Banjarbaru — Di tengah perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, dukungan bagi personel di lapangan tidak hanya berupa peralatan pemadam, tetapi juga perlengkapan kesehatan untuk menjaga ketahanan fisik mereka. Pesawat Hercules TNI Angkatan Udara A-1340 kembali mendarat di Lanud Sjamsudin Noor, Rabu (16/9/2026) malam, membawa 500 koli selang pemadam kebakaran dan tujuh tabung oksigen.

Kedatangan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan operasional penanganan karhutla, sekaligus memberikan perhatian terhadap kondisi personel yang bekerja di tengah ancaman api, paparan asap, dan medan yang menantang.

Bagi pasukan yang berjibaku di lapangan, ketersediaan peralatan dan dukungan kesehatan merupakan dua unsur penting yang saling berkaitan dalam menjaga keberlangsungan operasi.

Hercules TNI AU Bawa 500 Koli Selang Pemadam dan Tujuh Tabung Oksigen
Pesawat Hercules A-1340 membawa tujuh tabung oksigen yang merupakan bantuan dari Unit Pazam 734 Lanud HND, Satharpazam 73, Depohar 70, dan Koharmatau.

Selain itu, terdapat 500 koli selang pemadam kebakaran bantuan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) yang dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional di wilayah Kalimantan Selatan.
Setibanya di Apron Lanud Sjamsudin Noor, seluruh perlengkapan diturunkan oleh personel Lanud Sam. Bantuan tersebut selanjutnya dipersiapkan untuk didistribusikan sesuai kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.
Kehadiran dukungan ini memperlihatkan pentingnya rantai logistik dalam operasi kebencanaan. Peralatan yang tersedia harus dapat diterima, dipersiapkan, dan disalurkan secara tepat agar mampu menunjang kebutuhan personel di lokasi penanganan.
Dukungan Oksigen untuk Menjaga Kondisi Personel Karhutla
Di balik operasi pemadaman yang kerap menyita tenaga, kesehatan personel menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari kesiapan tugas.
Tujuh tabung oksigen yang diterima akan menjadi bagian dari dukungan kesehatan bagi personel, terutama dalam pemeriksaan kondisi fisik dan proses pemulihan menggunakan oksigen sesuai kebutuhan medis.
Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu personel memulihkan kondisi sebelum maupun setelah menjalankan tugas penanganan karhutla.
Dalam situasi kebakaran hutan dan lahan, personel dapat menghadapi paparan asap, suhu tinggi, serta aktivitas fisik yang berat. Karena itu, perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi bagian penting dari upaya menjaga keselamatan dan kesinambungan operasi.
Sementara itu, 500 koli selang pemadam kebakaran disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional, khususnya pada titik-titik yang memerlukan penanganan api dan pembasahan secara berkelanjutan.
Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Dukungan Operasi Karhutla
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung kelancaran penerimaan dan penyaluran berbagai bantuan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, setiap dukungan yang tiba akan segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia juga menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan personel merupakan perhatian penting dalam setiap kegiatan penanganan karhutla. Ketersediaan perlengkapan yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung keberlangsungan operasi.
Kesiapan tersebut menunjukkan peran pangkalan udara bukan semata sebagai tempat pendaratan pesawat, melainkan juga sebagai simpul penerimaan dan penyaluran dukungan bagi operasi penanggulangan bencana.
Analisis Singkat: Logistik dan Kesehatan Menjadi Penopang Operasi
Bantuan berupa selang pemadam dan tabung oksigen memperlihatkan dua kebutuhan mendasar dalam penanganan karhutla: kemampuan operasional untuk menghadapi api dan dukungan kesehatan bagi personel yang menjalankan tugas.
Namun, efektivitas bantuan tidak hanya ditentukan oleh jumlah perlengkapan yang tiba. Ketepatan distribusi, kesesuaian kebutuhan di lapangan, serta pemanfaatan peralatan secara optimal turut menentukan manfaatnya bagi operasi.
Dalam konteks tersebut, dukungan udara melalui Hercules TNI AU menjadi bagian dari sistem logistik yang menghubungkan sumber bantuan dengan kebutuhan penanganan di daerah.
Menjaga Daya Tahan Personel di Tengah Ancaman Karhutla
Pendaratan Hercules A-1340 di Lanud Sjamsudin Noor menandai kembali bergeraknya dukungan bagi penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
Dari pangkalan udara, bantuan dipersiapkan untuk menopang personel yang menghadapi tantangan di lapangan. Tambahan perlengkapan ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan operasional sekaligus mendukung perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan petugas.
Di balik setiap upaya pemadaman, terdapat personel yang mengerahkan tenaga dan ketahanan fisik untuk menghadapi kebakaran. Karena itu, memastikan mereka memperoleh dukungan peralatan dan kesehatan yang memadai menjadi bagian penting dari perjuangan menghadapi karhutla. (LW.id)

