LENTERAWAYRACANA.ID, TOLITOLI — Di tengah kebutuhan pelayanan kemanusiaan dan tantangan penanggulangan bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tolitoli memasuki babak kepengurusan baru. Pelantikan pengurus periode 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan, solidaritas sosial, dan pelayanan kemanusiaan yang lebih responsif bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli, Hj Sriyanti Dg Parebba, dikukuhkan sebagai Ketua PMI Kabupaten Tolitoli dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di kediaman Bhale Dako Tau Lipu, Sabtu (19/9/2026), sekitar pukul 10.12 WITA.
Pengukuhan dilakukan oleh pengurus PMI Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tolitoli H Amran Hi Yahya, para camat se-Kabupaten Tolitoli, kepala puskesmas, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian dan pengesahan struktur organisasi. Lebih dari itu, kepengurusan baru PMI Tolitoli dihadapkan pada tanggung jawab memperkuat pelayanan kemanusiaan, terutama ketika masyarakat berhadapan dengan keadaan darurat dan bencana.
Bupati Tolitoli Apresiasi Dukungan PMI Provinsi

Dalam sambutannya, Bupati Tolitoli H Amran Hi Yahya menyampaikan apresiasi kepada jajaran PMI Provinsi Sulawesi Tengah yang telah meluangkan waktu untuk hadir di Tolitoli dan mengesahkan kepengurusan PMI kabupaten tersebut.
Menurut H Amran, PMI merupakan organisasi yang memiliki orientasi fundamental pada nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, mereka yang terlibat di dalamnya diharapkan memiliki kepedulian, ketulusan, dan komitmen untuk membantu sesama tanpa memandang latar belakang.
Ia juga menyoroti peran para camat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Sebagai pemimpin wilayah kecamatan, para camat dinilai memiliki posisi strategis dalam merespons persoalan masyarakat, termasuk ketika terjadi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Organisasi PMI adalah wadah yang bergerak demi kemanusiaan. Karena itu, saya percaya semua yang terlibat dalam organisasi PMI adalah orang-orang yang suka memanusiakan orang lain,” ujar H Amran dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kerja kemanusiaan tidak semata-mata bertumpu pada struktur organisasi, tetapi juga pada kepekaan sosial dan kesediaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Sinergi PMI dan Pemerintah Daerah Hadapi Bencana
Bupati H Amran menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung dan mendorong sinergi bersama PMI agar program-program kemanusiaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi semakin relevan di tengah berbagai potensi dan kejadian bencana yang membutuhkan kesiapan lintas sektor.
Dalam konteks penanggulangan bencana, keberadaan PMI memiliki arti penting, mulai dari dukungan pelayanan kemanusiaan hingga penguatan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, efektivitas pelayanan sangat ditentukan oleh koordinasi, ketersediaan sumber daya, serta kecepatan respons di lapangan.
Karena itu, kepengurusan PMI Tolitoli periode 2026–2031 diharapkan mampu membangun kerja sama yang berkelanjutan dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan berbagai elemen masyarakat.
Kebutuhan Darah Sulawesi Tengah Jadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PMI Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan bahwa dari target kebutuhan sebanyak 18.000 kantong darah, baru sekitar 1.600 kantong yang dapat disiapkan.
Angka tersebut menjadi perhatian penting bagi penguatan pelayanan donor darah di daerah. Ketersediaan darah merupakan salah satu komponen krusial dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi dalam kondisi darurat maupun perawatan medis tertentu.
Meski demikian, data yang disampaikan dalam sambutan tersebut belum merinci periode pemenuhan kebutuhan, cakupan distribusi, maupun kondisi persediaan darah di masing-masing kabupaten.
Dengan demikian, angka tersebut menjadi gambaran awal mengenai tantangan yang disampaikan dalam kegiatan pelantikan, sekaligus membuka ruang bagi penguatan gerakan donor darah secara terencana dan berkelanjutan.
Amanah Kemanusiaan: Cepat, Tanggap, dan Tulus
Bupati H Amran berharap pengurus PMI Kabupaten Tolitoli yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
Ia menekankan pentingnya kehadiran yang cepat, respons yang tanggap, serta ketulusan dalam membantu sesama, khususnya ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Pesan tersebut mengandung makna bahwa keberhasilan organisasi kemanusiaan tidak cukup diukur melalui kegiatan seremonial atau keberadaan struktur kepengurusan. Ukuran yang lebih substantif terletak pada sejauh mana pelayanan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dalam perspektif pelayanan publik, respons yang cepat perlu ditopang oleh koordinasi yang efektif, kesiapan relawan, serta komunikasi yang terintegrasi dengan pemangku kepentingan terkait.
Bagi PMI Tolitoli, periode kepengurusan lima tahun ke depan menjadi kesempatan untuk menerjemahkan nilai-nilai kemanusiaan menjadi program konkret yang menjangkau masyarakat secara luas.
Pantun Bupati Tutup Sambutan dengan Pesan Pengabdian
Menutup sambutannya, Bupati H Amran menyampaikan pantun yang menggambarkan semangat pengabdian dan kemuliaan dalam kerja kemanusiaan.
“Jernih air Sungai Dampal,
Mengalir tenang ke Teluk Tomini.
Tangan terulur ringankan sesal,
Mulia hidup mengabdi di PMI.”
Pantun tersebut menjadi penegasan simbolis bahwa pengabdian kemanusiaan merupakan kerja yang bertumpu pada kepedulian dan tindakan nyata. Di balik setiap bantuan yang diberikan, terdapat nilai solidaritas yang memperkuat hubungan antarmanusia.
Rangkaian kegiatan pelantikan kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para mitra dan donatur darah, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Ulasan ; Tantangan Kepengurusan Baru Ada pada Implementasi
Pelantikan PMI Kabupaten Tolitoli periode 2026–2031 menghadirkan harapan baru bagi penguatan pelayanan kemanusiaan di daerah. Namun, tantangan sesungguhnya berada pada tahap implementasi setelah prosesi pelantikan berakhir.
Ada sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam menjalankan amanah tersebut, mulai dari penguatan jejaring donor darah, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pengembangan relawan, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan.
Khusus mengenai kebutuhan darah, informasi tentang target dan jumlah kantong yang telah disiapkan dapat menjadi pijakan awal untuk mendorong peningkatan partisipasi masyarakat. Namun, perencanaan program perlu didukung data yang lebih terperinci agar kebutuhan, distribusi, dan capaian pelayanan dapat diukur secara objektif.
Pada akhirnya, keberhasilan PMI tidak hanya tercermin dari besarnya kegiatan atau banyaknya pihak yang hadir dalam sebuah acara. Keberhasilan itu juga ditentukan oleh kemampuan organisasi menjangkau mereka yang membutuhkan pertolongan, termasuk ketika keadaan darurat menuntut kehadiran tanpa menunggu.
Bagi pengurus PMI Tolitoli yang baru dilantik, amanah lima tahun ke depan merupakan panggilan untuk menjadikan solidaritas bukan sekadar slogan, melainkan praktik kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat.
Sumber: Armen Djaru, laporan kegiatan pelantikan PMI Kabupaten Tolitoli. (LW.id)

