Lenterawayracana.id TOLI-TOLI — Pemerintah bersama unsur TNI resmi memulai pembangunan Jembatan Perintis Garuda (jembatan gantung) melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung di RW 4 RT 2, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Toli-Toli, Kamis (2/4/2026) pukul 09.30 WITA.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda yang diwakili oleh masing-masing perwakilan instansi, serta sejumlah pejabat teknis dan tokoh masyarakat. Di antaranya, Iptu B. Lubis selaku Kasat Sabhara Polres Toli-Toli, Kapten Laut (POM) Suhartono, Pasiter Kodim 1305/BT Kapten Ahn Solih Budi, Danramil 1305/BT Kapten Inf. Eko Wahyudi, Camat Baolan Andi Irmayanti, S.SPT., M.Si, serta perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Toli-Toli, Zulkifli, ST yang menjabat sebagai fungsional jalan dan jembatan.
Dari unsur kejaksaan, hadir mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Toli-Toli Ibnu Firman Ide Amin, SH., MH, yakni Kasat Intelijen Kejari Toli-Toli Andi Gunawan, SH., MH. Hadir pula Lurah Kelurahan Nalu Ahyar A.H Tauhidi, bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, Bupati Toli-Toli H. Amran Hi. Yahya dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Toli-Toli, Moh. Asrul Bantilan, S.Sos, yang secara resmi membuka kegiatan groundbreaking.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini memiliki arti penting dan strategis bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas wilayah.
“Pembangunan jembatan ini akan membantu memperlancar aktivitas warga serta meningkatkan akses menuju sarana pendidikan dan pelayanan publik lainnya,” ujarnya.

Secara deskriptif, jembatan gantung ini diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua, dengan target penyelesaian selama 35 hari. Pembangunan ini diharapkan mampu menjawab keterbatasan akses yang selama ini dirasakan masyarakat Kelurahan Nalu dan sekitarnya.
Dari perspektif ilmiah populer, keberadaan infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki peran sebagai katalisator pertumbuhan sosial-ekonomi. Aksesibilitas yang meningkat akan berdampak pada efisiensi mobilitas, penurunan biaya transportasi, serta peningkatan interaksi sosial dan ekonomi antarwilayah.
Secara analitis, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam percepatan pembangunan. Pendekatan kolaboratif ini tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap infrastruktur yang dibangun.
Dari sisi human interest, masyarakat Kelurahan Nalu menyambut pembangunan ini dengan penuh harapan. Selama ini, keterbatasan akses menjadi tantangan utama dalam aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelajar dan warga yang membutuhkan akses cepat menuju fasilitas umum.
Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga dan merawat jembatan tersebut setelah rampung, agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Dengan semangat “Negara Hadir untuk Rakyat”, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang inklusif dan berkeadilan.
(LW.id)
