LenteraWayracana.id | Tolitoli – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus didorong melalui optimalisasi sektor pertanian di tingkat desa. Di Dusun II Asahan, Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, kegiatan panen jagung pakan Kuartal III Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata sinergi kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan.

Panen yang dilaksanakan pada Jumat (2/10/2026), sekitar pukul 09.00 WITA, tersebut berlangsung di lahan pertanian milik Lianto, petani jagung yang menjadi binaan Polsek Tolitoli Utara. Dari lahan seluas 1,5 hektare itu, hasil panen diperkirakan mencapai 4,5 ton jagung pakan.

Kegiatan ini dihadiri Kapolsek Tolitoli Utara, Iptu Abd Rahman M. Ali, pemilik lahan Lianto, masyarakat petani jagung Dusun Asahan, serta personel Polsek Tolitoli Utara.
Optimalisasi Lahan Pertanian untuk Swasembada Pangan
Panen jagung pakan Kuartal III ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional pada 2026.

Jagung memiliki peran strategis dalam rantai pasok pangan, terutama sebagai bahan baku pakan ternak. Ketersediaan jagung yang memadai dapat membantu menjaga keberlanjutan sektor peternakan, sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan biaya produksi di sektor tersebut.
Dengan demikian, produktivitas lahan pertanian tidak hanya berkaitan dengan hasil yang diperoleh petani, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri pakan dan keberlangsungan usaha peternakan.
Estimasi produksi sebesar 4,5 ton dari lahan seluas 1,5 hektare tersebut setara dengan produktivitas sekitar 3 ton per hektare. Angka ini merupakan perhitungan berdasarkan estimasi hasil panen dan belum menjadi data produksi final yang telah ditimbang.
Polsek Tolitoli Utara Dorong Pendampingan Petani
Kegiatan panen tersebut juga memperlihatkan peran Polsek Tolitoli Utara dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat melalui pembinaan terhadap petani dan pemanfaatan lahan produktif.
Keterlibatan kepolisian dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif, yakni membangun hubungan dengan masyarakat tidak hanya melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui dukungan terhadap program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Lahan milik Lianto yang menjadi binaan Polsek Tolitoli Utara merupakan salah satu contoh pelaksanaan dukungan tersebut di tingkat lokal. Sinergi semacam ini diharapkan dapat mendorong semangat petani untuk terus mengelola lahan pertanian secara produktif.
Meski demikian, keberlanjutan program tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan satu kali panen. Pendampingan yang konsisten, ketersediaan benih dan pupuk, pengendalian hama, serta kepastian penyerapan hasil produksi tetap menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.
Dari Dusun Asahan untuk Ketahanan Pangan Nasional
Panen jagung di Desa Laulalang menunjukkan bahwa agenda besar swasembada pangan memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas pertanian masyarakat di daerah.
Di balik angka estimasi produksi 4,5 ton, terdapat kerja petani dalam mengolah lahan, merawat tanaman, dan menjaga produktivitas hingga masa panen. Karena itu, keberhasilan sektor pertanian perlu ditopang oleh kerja sama berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Dari Dusun II Asahan, upaya memperkuat ketahanan pangan berawal dari pengelolaan lahan produktif dan keterlibatan masyarakat. Apabila didukung pendampingan yang berkesinambungan serta akses pasar yang memadai, kegiatan pertanian seperti ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi petani sekaligus mendukung kebutuhan jagung pakan
Polsek Tolitoli Utara turut mendukung penguatan ketahanan pangan melalui kegiatan panen jagung pakan Kuartal III Tahun 2026 di Dusun II Asahan, Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, Jumat (2/10/2026).
Panen dilakukan di lahan seluas 1,5 hektare milik Lianto, petani binaan Polsek Tolitoli Utara, dengan estimasi produksi mencapai 4,5 ton. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Tolitoli Utara Iptu Abd Rahman M. Ali, pemilik lahan, masyarakat petani, dan personel kepolisian.
Kegiatan ini diarahkan untuk mendukung program swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional. Selain mendorong pemanfaatan lahan produktif, pembinaan terhadap petani diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. (LW.id)

