LENTERAWAYRACANA.ID, BANJARBARU – Padamnya api di permukaan belum menjadi jaminan berakhirnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Di balik kepulan asap yang masih muncul dari lahan gambut, bara dapat bertahan di bawah tanah dan sewaktu-waktu kembali memicu kebakaran. Mengantisipasi risiko tersebut, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor terus melakukan pembasahan dan pendinginan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Banjarbaru, Jumat (2/10/2026).

Upaya ini menegaskan bahwa pengendalian Karhutla bukan semata-mata memadamkan kobaran api yang terlihat, melainkan juga menelusuri sumber panas yang tersembunyi di balik lapisan gambut. Personel di lapangan menyisir area terdampak untuk mengidentifikasi titik-titik yang masih mengeluarkan asap, kemudian melakukan pembasahan secara berulang guna menekan potensi munculnya kembali api.

Bara di Bawah Gambut, Ancaman yang Tak Terlihat
Karakteristik lahan gambut membuat penanganan Karhutla membutuhkan ketelitian dan upaya berkelanjutan. Ketika lapisan permukaan tampak tidak lagi terbakar, sisa bara masih berpotensi bertahan di bagian bawah tanah, terutama saat kondisi lingkungan kering.

Dalam situasi tersebut, asap yang terus mengepul menjadi salah satu petunjuk penting bagi personel untuk menelusuri kemungkinan adanya titik panas yang belum sepenuhnya terkendali.

Karena itu, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor tidak menghentikan penanganan hanya berdasarkan hilangnya api di permukaan. Area yang masih menunjukkan indikasi panas kembali diperiksa dan dibasahi agar sumber pembakaran dapat ditekan sedini mungkin.
Metode Suntik Gambut untuk Menekan Potensi Api Berulang
Salah satu metode yang diterapkan ialah undercooling atau suntik gambut. Teknik ini dilakukan dengan mengalirkan air hingga menjangkau lapisan gambut yang berpotensi menyimpan bara.
Pembasahan tersebut ditujukan untuk menurunkan suhu pada bagian yang masih menyimpan panas, sekaligus mengurangi kemungkinan api kembali muncul ketika kondisi lahan mengering.
Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla di lahan gambut. Sebab, kebakaran yang tidak sepenuhnya ditangani hingga ke lapisan bawah dapat menyisakan sumber panas yang sulit dikenali secara kasatmata.
Dengan demikian, proses pendinginan dan pemeriksaan ulang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengendalian kebakaran.
Konsistensi Satgas dalam Mengantisipasi Karhutla
Penanganan di Jalan Gubernur Syarkawi merupakan kelanjutan dari kegiatan rutin Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor dalam mendukung pengendalian Karhutla. Personel terus melaksanakan pembasahan dan pendinginan, terutama pada lokasi yang masih memperlihatkan kepulan asap.
Di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan kerawanan kebakaran, kesinambungan penanganan menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko meluasnya titik api. Setiap lokasi yang masih menyimpan panas memerlukan perhatian agar tidak berkembang menjadi kebakaran baru.
Bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan Karhutla, langkah tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar pemadaman. Pengendalian bara yang tersembunyi merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan, mengurangi ancaman asap, serta menekan risiko yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Mengendalikan Api Sebelum Kembali Membesar
Secara analitis, tantangan utama dalam penanganan kebakaran gambut terletak pada sifat apinya yang tidak selalu terlihat. Bara dapat bertahan di bawah permukaan, sementara asap menjadi penanda bahwa proses pembakaran mungkin masih berlangsung.
Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan, ketelitian dalam menyisir area terdampak, serta pembasahan yang dilakukan secara berulang sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui langkah tersebut, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor terus memperkuat upaya pengendalian Karhutla di wilayah tugasnya. Fokusnya bukan hanya mengakhiri kobaran yang terlihat, melainkan juga menekan sumber panas yang berpotensi menghidupkan kembali api.
Sebab, dalam penanganan Karhutla, keberhasilan tidak cukup diukur dari padamnya api sesaat. Upaya tersebut juga bergantung pada kemampuan memastikan bara yang tersembunyi tidak kembali menyala dan memicu ancaman kebakaran berikutnya.,(LW.id)

