BANGUI, LENTERAWAYRACANA.ID – Kehadiran perwira tinggi TNI dalam peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Day/UN Day) ke-81 di Bangui, Republik Afrika Tengah, menjadi penegasan penting atas kiprah Indonesia dalam diplomasi perdamaian internasional. Di tengah kompleksitas tantangan keamanan global, Indonesia terus mengambil bagian dalam upaya membangun stabilitas, memperkuat solidaritas kemanusiaan, dan menjaga perdamaian dunia.

Deputy Force Commander (DFC) United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA), Mayjen TNI Maychel Asmi, menghadiri peringatan UN Day ke-81 yang berlangsung di Bangui, Republik Afrika Tengah, beberapa waktu lalu.

Solidaritas dan Kepedulian Menjadi Pesan Utama
Mengusung semangat kebersamaan, peringatan tersebut diisi dengan kegiatan Community Walk atau jalan bersama. Aktivitas ini bukan sekadar seremoni peringatan, melainkan simbol solidaritas, persatuan, dan komitmen kolektif dalam mendukung terciptanya perdamaian serta stabilitas di Republik Afrika Tengah.

Dimensi kemanusiaan juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan melalui program Civil-Military Cooperation (CIMIC). Program tersebut diwujudkan dalam pelayanan pemeriksaan kesehatan serta pembagian perlengkapan alat tulis kepada anak-anak.

Sentuhan kemanusiaan ini memperlihatkan bahwa misi perdamaian modern tidak cukup hanya bertumpu pada pendekatan keamanan. Kehadiran pasukan internasional juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat, memperluas akses pelayanan sosial, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan warga.
Kiprah Indonesia dalam Diplomasi Perdamaian
Peringatan UN Day tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan senior MINUSCA, termasuk Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB, unsur pimpinan sipil misi, serta Police Commissioner.
Kehadiran Mayjen TNI Maychel Asmi dalam forum internasional tersebut mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam struktur kepemimpinan misi pemeliharaan perdamaian PBB. Peran ini sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui pengerahan personel, tetapi juga melalui keterlibatan dalam pengambilan keputusan dan penguatan strategi misi.
Secara lebih luas, diplomasi militer melalui MINUSCA menjadi instrumen penting dalam memperkuat reputasi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendukung multilateralisme dan penyelesaian konflik secara damai.
Sebagaimana amanat konstitusi, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Melalui pengabdian prajurit TNI di bawah bendera PBB, Indonesia terus meneguhkan pesan bahwa perdamaian bukan sekadar absennya konflik, melainkan juga hadirnya rasa aman, kepedulian, kepercayaan, dan harapan bagi masyarakat.


