TOLITOLI, LENTERAWAYRACANA.ID – Pendidikan tidak sekadar menjadi ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga fondasi pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial generasi muda. Berangkat dari kesadaran tersebut, Polres Tolitoli mengintensifkan pendekatan edukatif kepada kalangan pelajar melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) di SMK Swakarya Tolitoli, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WITA di sekolah yang berlokasi di Jalan Letjen MT Haryono, Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, dipimpin langsung Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K. Turut mendampingi Kasat Lantas IPTU Suparjan Bakri, S.A.P., dan Kasat Binmas AKP Sutarno.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa masa sekolah merupakan fase strategis dalam membangun integritas, kedisiplinan, serta kesadaran hukum. Karena itu, para siswa didorong untuk menjadikan lingkungan pendidikan sebagai tempat menumbuhkan kecerdasan intelektual sekaligus kematangan moral.

Ada empat pesan utama yang disampaikan. Pertama, pelajar diminta menjauhi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang berpotensi merusak masa depan. Kedua, siswa diingatkan agar mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi dokumen kendaraan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Ketiga, Kapolres mengingatkan agar tidak menggunakan knalpot brong yang tidak sesuai spesifikasi teknis karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan ketertiban umum. Keempat, para siswa diajak membangun budaya saling menghormati, menghargai guru dan orang tua, serta menolak segala bentuk perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

POLIDIK dan Pentingnya Pendidikan Karakter
Lebih dari sekadar penyampaian imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), POLIDIK merepresentasikan pendekatan kepolisian yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu ruang strategis pencegahan persoalan sosial.
Di tengah kompleksitas tantangan generasi muda, mulai dari narkoba, pelanggaran lalu lintas hingga perundungan digital, pembinaan sejak dini menjadi investasi sosial yang tidak dapat diabaikan.
Kehadiran kepolisian di sekolah juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara aparat dan pelajar. Pendekatan persuasif semacam ini diharapkan mampu membangun kesadaran hukum bukan karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan tumbuh dari pemahaman dan tanggung jawab pribadi.
Melalui program tersebut, Polres Tolitoli berharap para pelajar tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga berkembang menjadi generasi yang berintegritas, berkarakter, serta mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan pemeliharaan kamtibmas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


