PINRANG, LenteraWayracana.id — Penguatan ketahanan keluarga tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah. Dibutuhkan gerakan sosial yang mampu menjangkau langsung kehidupan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Dalam konteks tersebut, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dinilai memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun keluarga yang mandiri, sehat, produktif, dan sejahtera.
Pesan tersebut ditegaskan Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, S.Sos., saat melepas defile dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Pinrang, yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Pinrang, Jumat (6/11/2026).
PKK Harus Hadir Melalui Program yang Berdampak Nyata
Momentum peringatan HKG PKK tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat orientasi gerakan PKK agar semakin responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Bupati Irwan Hamid menekankan bahwa kader PKK memiliki tanggung jawab sosial yang lebih luas daripada sekadar menjalankan aktivitas organisasi. Keberadaan PKK harus mampu menjadi kekuatan penggerak pembangunan yang berangkat dari lingkungan keluarga sebagai unit sosial terkecil.

Menurutnya, seluruh kader PKK diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penguatan ketahanan pangan melalui Gerakan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (Hatinya PKK).
Gerakan ini memiliki dimensi strategis karena mendorong optimalisasi pekarangan rumah sebagai ruang produktif untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga. Selain memperkuat kemandirian ekonomi rumah tangga, pemanfaatan pekarangan juga berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan hunian yang sehat, tertata, dan berkelanjutan.
Sepuluh Program Pokok PKK sebagai Fondasi Pembangunan Keluarga
Lebih jauh, Bupati Irwan mengingatkan pentingnya memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK sebagai instrumen pemberdayaan keluarga.
Program tersebut harus diterjemahkan ke dalam kegiatan yang terukur, berkesinambungan, serta memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam perspektif pembangunan sosial, keluarga merupakan fondasi utama pembentukan kualitas sumber daya manusia. Keluarga yang sehat, berdaya, dan memiliki ketahanan ekonomi akan menjadi modal penting dalam menciptakan masyarakat yang tangguh.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan kader PKK di seluruh tingkatan perlu terus dipelihara. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan administratif, tetapi menghasilkan perubahan sosial yang dapat dirasakan masyarakat.
Bupati Irwan juga memandang bahwa kontribusi PKK di tingkat daerah merupakan bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Defile 12 Kecamatan Perkuat Kebersamaan Kader PKK
Sementara itu, peringatan HKG PKK ke-54 tingkat Kabupaten Pinrang berlangsung semarak melalui defile yang diikuti kader PKK dari 12 kecamatan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang, Sri Widiyati A. Irwan, bersama Bupati Pinrang turut melepas peserta defile yang menampilkan partisipasi dan kebersamaan para kader dari berbagai wilayah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., Sekretaris Daerah A. Calo Kerrang, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Pinrang.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan senam bersama yang diikuti seluruh kader PKK. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran jasmani, aktivitas ini menjadi ruang interaksi sosial untuk mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, dan memperkuat semangat kolektif antarkader.
Mengukur Keberhasilan PKK dari Dampak, Bukan Sekadar Kegiatan
Peringatan HKG PKK ke-54 membawa pesan penting bahwa keberhasilan gerakan pemberdayaan keluarga semestinya tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Optimalisasi pekarangan melalui Hatinya PKK, penguatan 10 Program Pokok PKK, serta keterlibatan aktif kader dalam pembangunan merupakan langkah yang perlu dikembangkan secara konsisten.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program memiliki kesinambungan, pendampingan, dan evaluasi yang jelas. Dengan demikian, PKK tidak hanya tampil sebagai organisasi penggerak kegiatan sosial, tetapi juga menjadi kekuatan pemberdayaan masyarakat yang memiliki kontribusi nyata terhadap ketahanan keluarga.
Pada akhirnya, pembangunan daerah yang berkualitas harus dimulai dari keluarga yang kuat. Ketika keluarga mampu tumbuh mandiri, produktif, dan sejahtera, fondasi pembangunan masyarakat pun akan semakin kokoh.
(MAMAD)

