LENTERAWAYRACANA.ID | TOLITOLI — Dukungan terhadap pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mendapat penguatan melalui alokasi hibah Rp1 miliar dari Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, untuk pembebasan lahan dan pengembangan Madrasah Aliyah (MA) Alkhairaat Kalangkangan.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan keagamaan sekaligus menjawab kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana sekolah yang melayani peserta didik dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Tolitoli.
Informasi tersebut disampaikan Jemi Yusuf dari Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Tolitoli, bertepatan dengan kegiatan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Madinatul Khairaat, Desa Buntuna, Kecamatan Baolan, Senin (21/9/2026).
Hibah untuk Memperluas Daya Tampung Madrasah
Dalam keterangannya, Jemi Yusuf menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, Komda Alkhairaat Kabupaten Tolitoli memperoleh hibah dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp1 miliar.

Dana tersebut diperuntukkan bagi pembebasan lahan dan pengembangan MA Alkhairaat Kalangkangan, yang berlokasi di Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang.
Menurut keterangan Komda Alkhairaat Tolitoli, madrasah tersebut merupakan salah satu sekolah agama Islam swasta terbesar di Kabupaten Tolitoli. Perkembangan jumlah peserta didik dan jangkauan pelayanan pendidikan menjadi alasan penting bagi penguatan fasilitas serta kapasitas sekolah.
MA Alkhairaat Kalangkangan menjangkau peserta didik dari Kecamatan Tolitoli Utara, Kecamatan Dako Pemean, dan Kecamatan Galang.
Cakupan pelayanan lintas kecamatan itu memperlihatkan bahwa keberadaan madrasah tidak sekadar menjadi pusat pembelajaran di satu wilayah, melainkan juga bagian dari infrastruktur pendidikan yang menopang kebutuhan masyarakat di kawasan sekitarnya.
APBD Perubahan Tolitoli Salurkan Hibah untuk Madrasah dan Pesantren
Selain dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Tolitoli juga merealisasikan bantuan melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan keterangan Jemi Yusuf, hibah sebesar Rp250 juta dialokasikan untuk 12 sekolah atau madrasah serta satu pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Madinatul Khairaat di Desa Buntuna, Kecamatan Baolan.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kontribusi pemerintah daerah terhadap pengembangan satuan pendidikan di bawah naungan Komda Alkhairaat Kabupaten Tolitoli.
Meski demikian, rincian pembagian dana kepada masing-masing lembaga pendidikan belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan.
Pendidikan sebagai Investasi Sosial Jangka Panjang
Dukungan anggaran untuk lembaga pendidikan keagamaan memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik. Di dalamnya terdapat kepentingan untuk memperkuat akses belajar, memperluas daya tampung, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih memadai bagi generasi muda.
Dalam perspektif pembangunan sumber daya manusia, ketersediaan lahan dan sarana pendidikan merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan proses belajar-mengajar. Namun, dampak nyata bantuan tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh ketepatan pemanfaatan anggaran, kualitas fasilitas yang dibangun, dan peningkatan mutu pembelajaran.
Bagi peserta didik yang berasal dari wilayah berbeda, pengembangan MA Alkhairaat Kalangkangan juga berpotensi memperkuat keberlanjutan akses terhadap pendidikan menengah berbasis keagamaan.
Karena itu, dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten dapat dipandang sebagai investasi sosial yang manfaatnya diharapkan menjangkau lebih jauh daripada satu periode anggaran.
Sinergi Pemerintah dan Lembaga Pendidikan
Keterlibatan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam mendukung satuan pendidikan di bawah Komda Alkhairaat menunjukkan adanya ruang kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan pengembangan fasilitas pendidikan secara bertahap, sekaligus memperkuat peran madrasah dan pesantren dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, karakter, serta landasan moral.
Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besaran bantuan yang dialokasikan. Transparansi penggunaan dana, kesesuaian pembangunan dengan kebutuhan sekolah, dan keberlanjutan pemeliharaan fasilitas juga menjadi unsur penting agar manfaat anggaran dapat dirasakan secara optimal.
Dengan demikian, hibah untuk MA Alkhairaat Kalangkangan dan bantuan bagi madrasah serta pesantren di Tolitoli diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam di daerah.
Harapan bagi Kemajuan Peserta Didik
Jemi Yusuf menyampaikan harapan agar bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tolitoli dapat mendorong perkembangan serta kemajuan peserta didik yang menempuh pendidikan di satuan pendidikan di bawah Komda Alkhairaat Tolitoli.
Harapan tersebut menempatkan peserta didik sebagai pusat dari seluruh upaya pembangunan pendidikan. Sebab, pada akhirnya, nilai sebuah bantuan tidak hanya terletak pada angka yang tercantum dalam dokumen anggaran, tetapi juga pada kesempatan belajar yang semakin terbuka dan masa depan generasi muda yang semakin terarah.
Bagi Alkhairaat Tolitoli, dukungan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk terus mengembangkan pendidikan Islam yang berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Sumber: Jemi Yusuf, Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Tolitoli. (LW.id)

