TOLITOLI – Dalam upaya memperkuat kohesi internal dan meningkatkan kualitas pembinaan organisasi, Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K. selaku Pembina Bhayangkari Cabang Tolitoli menggelar tatap muka bersama pengurus dan anggota Bhayangkari Cabang Tolitoli, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi langsung antara pembina dan anggota Bhayangkari untuk menyamakan persepsi mengenai peran strategis organisasi dalam mendukung tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa Bhayangkari memiliki fungsi sosiologis sebagai pendamping anggota Polri sekaligus agen keteladanan di tengah masyarakat.
“Bhayangkari diharapkan mampu menjaga sikap, menerapkan pola hidup sederhana, serta bijak dalam bermedia sosial. Hal ini penting untuk mempertahankan legitimasi dan citra institusi Polri di mata publik,” ujar AKBP Raden Real Mahendra.
Secara ilmiah, peran Bhayangkari dapat dipahami sebagai bagian dari sistem pendukung sosial (social support system) yang berkontribusi terhadap stabilitas psikologis dan profesionalisme anggota Polri. Sikap adaptif dan etika digital yang baik dinilai mampu meminimalkan risiko disinformasi serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara Polri dan Bhayangkari dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang presisi, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

