Lenterawayracana.id | TOLITOLI — Di tengah denyut persiapan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Baolan menghadirkan makna pengabdian yang melampaui batas-batas formal tugas kepolisian. Rabu pagi, 24 Juni 2026, suasana Masjid At-Taubah di Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, menjadi saksi sebuah ikhtiar sosial yang memadukan pengabdian, spiritualitas, dan kebersamaan.

Pukul 08.30 WITA, personel Polsek Baolan melaksanakan kegiatan Bakti Religi di Masjid At-Taubah, Jalan Lorong Pemotongan, Kelurahan Nalu. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Baolan IPTU Samir Muhammad, S.H., M.H., didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Nalu AIPDA M. YUSRI YUNUS, serta diikuti personel Polsek Baolan, Imam Masjid At-Taubah, dan para pengurus masjid.

Bakti religi yang dilaksanakan bukan sekadar agenda seremonial menjelang Hari Bhayangkara ke-80, melainkan refleksi nyata dari konsep Polri yang hadir dan menyatu dengan masyarakat. Kehadiran AIPDA M. YUSRI YUNUS sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah Kelurahan Nalu turut memperkuat jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Baolan menyerahkan bantuan berupa lima ember cat ukuran lima kilogram, dua kuas rol, tiga kuas biasa, dan dua alas tempat cat untuk mendukung perawatan Masjid At-Taubah. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan rumah ibadah yang bersih, indah, dan nyaman bagi jamaah.

Di balik peralatan sederhana itu tersimpan pesan sosial yang lebih luas. Cat dan kuas bukan hanya alat untuk memperindah dinding, melainkan simbol kepedulian dan gotong royong. Rumah ibadah menjadi ruang perjumpaan antara nilai spiritual, solidaritas sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.


Secara sosiologis, kegiatan bakti religi mencerminkan transformasi paradigma kepolisian modern yang mengedepankan pendekatan humanis. Kepolisian tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial yang ikut menjaga ruang-ruang peradaban masyarakat.

Dalam perspektif ilmiah populer, interaksi yang dibangun melalui kegiatan sosial dan keagamaan mampu memperkuat modal sosial (social capital). Kepercayaan masyarakat lahir dari kedekatan, komunikasi, dan keterlibatan aparat dalam kehidupan sehari-hari warga.

Di sela-sela kegiatan, AIPDA M. YUSRI YUNUS bersama personel Polsek Baolan tampak berbaur dengan masyarakat dan pengurus masjid. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga menjadi representasi nyata pemolisian masyarakat yang mengedepankan dialog, empati, dan pelayanan yang humanis.

Pagi itu, aroma cat yang mulai menyentuh dinding masjid berpadu dengan semangat gotong royong. Di antara sapuan kuas dan percakapan sederhana, terjalin hubungan emosional yang tidak dapat diukur dengan angka statistik. Ada nilai kebersamaan yang tumbuh, ada kepercayaan yang diperkuat.

Masjid, dalam makna filosofisnya, bukan hanya bangunan ibadah, tetapi pusat pembinaan moral dan harmoni sosial. Ketika aparat kepolisian turut merawatnya, maka sesungguhnya yang dijaga bukan sekadar dinding dan bangunan, melainkan juga nilai-nilai kebersamaan dan kedamaian.

Kegiatan Bakti Religi berakhir pada pukul 10.30 WITA dalam situasi aman, tertib, dan lancar. Momentum ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang hadir di tengah masyarakat.
( LW.id )

