LenteraWayracana.id | Doha — Bendera Merah Putih kembali berkibar di panggung olahraga internasional. Atlet taekwondo Indonesia, Balqis Nur Afiati, meraih medali emas kategori Cadet U47 Putri dalam ajang 6th Qatar Taekwondo International Open Championship 2026 yang berlangsung di Ladies’ Sports Hall, Doha, Qatar, pada 19–21 Oktober 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia muda Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di arena global. Kejuaraan yang diikuti sekitar 1.500 atlet dari 46 negara itu juga menjadi ruang kompetisi untuk menguji teknik, daya tahan, disiplin, serta kematangan mental para atlet.

Empat Pertandingan Menuju Podium Tertinggi
Berdasarkan keterangan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Balqis mengawali perjuangannya pada Senin (19/10/2026) dengan mengalahkan Eman Binthani dari Bahrain pada babak 16 besar melalui skor 2–0.

Langkahnya berlanjut ke perempat final. Menghadapi Ezoza Shoniyozova dari Uzbekistan, Balqis melewati pertarungan ketat dan menang 2–1. Pada semifinal, ia kembali menundukkan atlet Uzbekistan, Violeta Chernova, dengan skor 2–0.


Puncak perjuangannya terjadi di partai final saat Balqis menghadapi Farogat Khodijayeva dari Uzbekistan. Dengan kemenangan dua ronde langsung, masing-masing 14–8 dan 18–8, Balqis memastikan medali emas untuk Indonesia.
Rangkaian pertandingan tersebut memperlihatkan bahwa kemenangan bukan semata-mata hasil keunggulan teknik. Kemampuan membaca gerak lawan, menjaga konsentrasi, dan bangkit setelah menghadapi tekanan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju podium tertinggi.
Ajang Internasional sebagai Tolok Ukur Pembinaan
Kejuaraan berstatus G-1 World Taekwondo (WT) ini diselenggarakan oleh Qatar Taekwondo, Judo and Karate Federation dengan mempertandingkan nomor Kyorugi atau tarung untuk kategori kadet, junior, dan senior.
Ketua Umum PBTI, Jenderal TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Balqis. Ia menegaskan bahwa selain mengejar medali, kesempatan menghadapi lawan internasional merupakan bagian penting dalam pengembangan kemampuan atlet Indonesia.
Pandangan tersebut menempatkan prestasi sebagai dua hal sekaligus: hasil kompetisi dan investasi jangka panjang bagi kualitas atlet nasional. Pengalaman bertanding melawan berbagai gaya permainan dapat memperkaya strategi serta meningkatkan kesiapan menghadapi kejuaraan berikutnya.
Sembilan Atlet Indonesia Ambil Bagian
Indonesia menurunkan sembilan atlet, terdiri atas tujuh atlet putra dan dua atlet putri. Mereka berlaga pada sejumlah kelas berat di kelompok junior, kadet, dan senior.
Emas yang diraih Balqis menjadi capaian penting dalam partisipasi Indonesia di Doha. Namun, keberlanjutan prestasi membutuhkan pembinaan konsisten, kompetisi berjenjang, dan dukungan yang memadai bagi atlet muda.
Di balik medali yang berkilau, terdapat latihan panjang, disiplin, dan keberanian menghadapi tantangan. Bagi Balqis, kemenangan di Qatar bukan sekadar garis akhir sebuah pertandingan, melainkan pijakan untuk menapaki jenjang prestasi yang lebih tinggi dan membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan di dunia taekwondo. (LW.ID)

