SIDRAP, LenteraWayracana.id – Riuh langkah ribuan peserta memecah keheningan pagi di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (30/6/2026). Di tengah hamparan lapangan yang menjadi pusat perhatian, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, tidak sekadar hadir sebagai kepala daerah, tetapi mengambil peran sebagai pengendali utama yang menelusuri setiap detail pelaksanaan simulasi pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026.

Simulasi yang melibatkan sekitar 5.000 peserta dari unsur aparatur sipil negara (ASN), guru, serta perwakilan kecamatan itu menjadi tahapan krusial untuk memastikan kesiapan teknis menjelang pembukaan resmi pada 2 Juli 2026. Kegiatan tersebut bukan sekadar gladi seremonial, melainkan sebuah proses manajemen risiko yang menguji efektivitas koordinasi, alur mobilisasi massa, kapasitas stadion, hingga sinkronisasi seluruh perangkat penyelenggara.

Dengan gaya kepemimpinan yang dikenal detail, Syaharuddin memeriksa satu demi satu rangkaian prosesi. Mulai dari mekanisme masuk peserta ke stadion, penempatan barisan, jalur tamu kehormatan menuju panggung utama, tata urutan upacara, penyerahan penghargaan PGRI kepada kabupaten/kota, penampilan marching band, parade pembawa bendera daerah, hingga defile kontingen.

Namun perhatian Bupati tidak berhenti pada aspek protokoler. Ia juga mengamati unsur-unsur kecil yang justru menjadi penentu kualitas sebuah perhelatan besar. Langkah para pembawa bendera diminta tetap tegap dan seragam, semangat peserta saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI harus terjaga, kebersihan stadion wajib dipertahankan, sementara kesiapan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dari sistem pengamanan acara.

Pendekatan tersebut mencerminkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan berskala provinsi tidak hanya ditentukan oleh kemegahan seremoni, melainkan oleh akumulasi disiplin terhadap detail. Dalam perspektif penyelenggaraan acara publik, aspek teknis yang tampak sederhana justru menjadi fondasi utama keberhasilan sebuah agenda besar.


Setiap catatan yang ditemukan selama simulasi langsung disampaikan kepada panitia untuk segera disempurnakan. Respons cepat terhadap berbagai kekurangan dinilai penting mengingat jumlah peserta saat pembukaan diproyeksikan melonjak hingga sekitar 65 ribu orang.
“Hari ini kita simulasi agar pelaksanaan pembukaan nanti berjalan maksimal. Baru sekitar lima ribu peserta mengikuti simulasi, tetapi area parkir sudah penuh. Saat pembukaan nanti diperkirakan hadir sekitar 65 ribu peserta sehingga pengaturan parkir harus benar-benar dipersiapkan,” ujar Syaharuddin.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sidrap menjadi bagian dari suksesnya Porsenijar PGRI Sulsel. Menurutnya, posisi sebagai tuan rumah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan amanah kolektif seluruh warga untuk menunjukkan keramahan, ketertiban, serta budaya gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Sidrap.
“Tugas kita belum selesai. Mari bersama-sama menyukseskan kegiatan ini hingga berakhir pada 6 Juli nanti,” katanya.
Ajakan tersebut memiliki makna yang lebih luas. Porsenijar bukan hanya arena kompetisi olahraga dan seni bagi insan pendidikan, tetapi juga ruang strategis yang mempertemukan ribuan guru dari berbagai daerah untuk memperkuat jejaring, bertukar pengalaman, serta membangun semangat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.
Simulasi turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah selaku Ketua PGRI Sidrap, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap, pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, serta panitia pelaksana.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pelepasan kontingen PGRI Kabupaten Sidrap yang akan mengikuti berbagai cabang lomba pada Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026.
( Mamad )

