LENTERAWAYRACANA.ID | TOLITOLI – Kunjungan kerja Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi H., S.H., M.Sc., P.Sc., ke wilayah Kodim 1305/Buol Tolitoli (BT), Selasa (2/6/2026), tidak sekadar menjadi agenda rutin pembinaan satuan. Kehadiran pimpinan Korem tersebut menjadi momentum penguatan moral, profesionalisme, serta integritas prajurit dalam menghadapi dinamika tugas kewilayahan yang semakin kompleks.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan resmi di Markas Kodim 1305/BT, Jalan Magamu, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Danrem beserta rombongan disambut melalui prosesi militer dan budaya lokal, termasuk tarian penyambutan Moduai yang menjadi simbol penghormatan masyarakat Tolitoli terhadap tamu kehormatan.

Setelah menerima paparan satuan dari Dandim 1305/BT Letkol Inf Aryanto Rolando, S.I.P., Danrem melanjutkan agenda tatap muka dan Jam Komandan di Aula Manggala Makodim. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Korem 132/Tdl, unsur Persit Kartika Chandra Kirana, para perwira, anggota TNI, PNS, hingga personel satuan pendukung dengan jumlah peserta sekitar 200 orang.
Dalam sambutannya, Dandim 1305/BT menyampaikan bahwa kunjungan kerja pimpinan Korem merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh anggota untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dandim menegaskan bahwa kondisi wilayah binaan Kodim 1305/BT hingga saat ini relatif aman dan kondusif. Stabilitas tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari sinergi yang terus terbangun antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, serta berbagai elemen masyarakat.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk memperoleh arahan dan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas satuan di wilayah,” ujar Letkol Inf Aryanto Rolando.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi H. menekankan bahwa setiap tugas yang diemban prajurit harus dilandasi niat ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Danrem, dimensi spiritual merupakan fondasi penting dalam membangun karakter prajurit yang profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.
Danrem juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas, kekompakan, dan komunikasi yang sehat di lingkungan satuan. Dalam perspektif organisasi modern, kohesi internal menjadi salah satu faktor utama yang menentukan efektivitas pelaksanaan tugas serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Selain itu, Danrem memberikan penekanan khusus terkait integritas personel. Seluruh anggota TNI, PNS, maupun Persit diminta menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum dan aktivitas ilegal yang dapat mencoreng nama baik institusi.
Menurut Danrem, kepercayaan masyarakat merupakan modal sosial yang harus dijaga melalui sikap profesional, humanis, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Karena itu, setiap aparat kewilayahan dituntut menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks pembangunan wilayah, Brigjen TNI Suntara Wisnu juga mendorong seluruh personel untuk terus memperkuat sinergitas dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi yang baik dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan terpadu.
Tidak hanya berbicara mengenai tugas kedinasan, Danrem turut menyoroti pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama keberhasilan seorang prajurit. Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga keharmonisan rumah tangga melalui komunikasi, perhatian, dan tanggung jawab yang berkelanjutan.
Di era digital saat ini, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian khusus. Danrem mengingatkan agar seluruh personel memanfaatkan platform digital secara bijak sebagai sarana edukasi, silaturahmi, dan penyebaran informasi positif, sekaligus menghindari konten yang berpotensi merugikan institusi maupun masyarakat.
Mengakhiri arahannya, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi H. memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan tugas.
“Setiap orang memiliki persoalan dan tantangannya masing-masing. Namun jangan pernah menyerah. Tetap semangat, bekerja keras, dan berdoa agar setiap langkah pengabdian memperoleh hasil terbaik,” pesannya.
Kunjungan kerja tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antara pimpinan dan anggota, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, menjaga integritas, serta memperkokoh peran TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat di wilayah Kabupaten Tolitoli.
(Lw.id)
