Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 1305/BT terus menunjukkan capaian progresif pada sasaran fisik pembangunan infrastruktur desa. Salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah pengerasan badan jalan dan pembangunan talud di Dusun Ogomolobu, Desa Oyom, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, Jumat (13/2/2026).
Sejak pagi hari, personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama masyarakat setempat terlibat langsung dalam pengerjaan jalan yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga. Kondisi jalan sebelumnya dinilai kurang layak, khususnya saat musim hujan, akibat struktur tanah yang mudah jenuh air dan menyebabkan permukaan menjadi licin serta berlumpur.
Secara teknis, pengerasan jalan dilakukan melalui penimbunan material pilihan dan proses perataan untuk meningkatkan daya dukung tanah (soil bearing capacity). Pendekatan ini bertujuan memperbaiki stabilitas permukaan jalan agar mampu menopang beban lalu lintas warga secara berkelanjutan. Di sisi badan jalan, pembangunan talud juga dilaksanakan sebagai sistem penahan tanah guna meminimalkan risiko erosi dan longsor akibat aliran air permukaan.
Dari perspektif pembangunan wilayah, peningkatan kualitas infrastruktur jalan memiliki korelasi langsung terhadap mobilitas masyarakat dan efisiensi distribusi hasil pertanian. Akses jalan yang lebih representatif diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mempercepat arus barang dan jasa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Oyom secara bertahap.
Partisipasi aktif warga dalam kegiatan TMMD mencerminkan kuatnya modal sosial berupa gotong royong. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat ini sejalan dengan konsep pembangunan partisipatif, di mana keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

Dengan progres pekerjaan yang berjalan sesuai perencanaan, pengerasan jalan dan pembangunan talud di Dusun Ogomolobu ditargetkan selesai tepat waktu dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Program TMMD Ke-127 tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memperkuat sinergi sosial dalam upaya mewujudkan desa yang lebih maju dan berdaya saing.
(LWM.id)
