Oplus_16908288
LenteraWayracana.id | TOLITOLI — Di tengah hitung mundur menuju peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Baolan kembali menegaskan makna pengabdian melalui kegiatan bantuan sosial yang telah memasuki hari keenam pelaksanaan. Kamis (25/6/2026), kepedulian itu hadir di Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, melalui tangan Bhabinkamtibmas Kelurahan Nalu, AIPTU RESKY.

Pada pukul 11.00 WITA, AIPTU RESKY menyerahkan bantuan sosial kepada warga di wilayah binaannya sebagai bagian dari rangkaian Bakti Sosial Polsek Baolan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026.

Sebelumnya, Kapolsek Baolan IPTU Samir Muhammad, S.H., M.H., telah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Baolan pada Jumat, 19 Juni 2026. Penyerahan tersebut menjadi titik awal distribusi bantuan kepada masyarakat di seluruh wilayah binaan.

Sebanyak 500 kilogram beras disiapkan untuk 100 warga penerima manfaat yang tersebar di sepuluh kelurahan dan desa. Masing-masing penerima memperoleh lima kilogram beras, meliputi Kelurahan Baru, Tuweley, Nalu, Panasakan, Sidoarjo, Tambun, serta Desa Lelean Nono, Buntuna, Dadakitan, dan Pangi.

Secara kuantitatif, lima kilogram beras mungkin tampak sederhana. Namun dalam perspektif kemanusiaan, bantuan tersebut memiliki nilai sosial yang jauh lebih besar. Di tengah dinamika ekonomi masyarakat, kehadiran aparat yang membawa bantuan menjadi simbol bahwa negara tetap hadir melalui institusi kepolisian.

Dalam kajian sosiologi modern, tindakan kepedulian sosial seperti ini berkontribusi terhadap pembentukan modal sosial (social capital). Kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kewenangan hukum, tetapi juga melalui empati, komunikasi, dan kedekatan emosional.
AIPTU RESKY sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Nalu menjadi representasi polisi yang hadir di ruang-ruang kehidupan masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak semata menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban, melainkan juga menjadi penghubung sosial antara negara dan warga.
Di rumah-rumah sederhana warga, di lorong-lorong permukiman, dan di sudut-sudut Kelurahan Nalu, bantuan itu hadir bukan hanya sebagai beras yang dibawa dengan tangan, tetapi juga sebagai pesan kepedulian yang disampaikan dengan hati. Ada senyum yang tumbuh, ada harapan yang terjaga, dan ada ikatan sosial yang semakin menguat.
Secara analitis, program bakti sosial yang dilaksanakan selama sembilan hari menjelang Hari Bhayangkara menunjukkan transformasi paradigma kepolisian yang semakin humanis. Polri tidak hanya dipahami sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial.
Memasuki hari keenam pelaksanaan, kegiatan bakti sosial Polsek Baolan menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Terkadang, lima kilogram beras yang diberikan dengan tulus mampu menghadirkan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar angka dan statistik.
Kegiatan bantuan sosial berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Baolan terus menyalakan semangat pengabdian, bahwa kedekatan dengan masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
( Lw.id )

