Banjarbaru, LenteraWayracana.id | — Dunia kedirgantaraan yang selama ini mungkin hanya hadir dalam bayangan para siswa, Jumat (14/8/2026), terasa lebih dekat. Sejumlah prajurit Lanud Sjamsudin Noor hadir di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Budi Luhur Banjarbaru untuk memperkenalkan lebih jauh tentang TNI Angkatan Udara, kehidupan prajurit, sekaligus membuka cakrawala mengenai pilihan pengabdian di masa depan.
Kegiatan sosialisasi tersebut dipimpin Kasi Bakti TNI AU Dister Lanud Sjamsudin Noor, Mayor Kes dr. Ika Nindyawiyati, bersama sejumlah personel Lanud Sjamsudin Noor. Rombongan diterima oleh Kepala SRMP 20 Budi Luhur Banjarbaru, Pipitniaty, S.S., M.Pd., yang diwakili Eko Deddy Novianto, A.Md.Kep.
Kehadiran prajurit TNI AU di lingkungan sekolah bukan sekadar agenda penyampaian informasi kelembagaan. Di baliknya terdapat dimensi edukatif yang lebih luas: mempertemukan generasi muda dengan realitas profesi, disiplin, teknologi, serta nilai-nilai pengabdian yang melekat dalam kehidupan militer.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan profil TNI AU, tugas pokok dan fungsi, dunia kedirgantaraan, kehidupan prajurit, alat utama sistem senjata (alutsista), bela negara, olahraga dirgantara, Saka Dirgantara, hingga mekanisme penerimaan dan peluang untuk menjadi prajurit TNI AU.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga diberi ruang untuk bertanya dan berdialog langsung dengan personel TNI AU. Pertanyaan mereka berkembang dari rasa ingin tahu sederhana tentang pesawat dan alutsista hingga persoalan yang lebih personal mengenai kehidupan prajurit serta persiapan mengikuti proses seleksi TNI AU.

Di titik inilah kegiatan tersebut menemukan makna human interest-nya. Rasa ingin tahu seorang siswa dapat menjadi embrio sebuah cita-cita. Sebuah pertanyaan tentang pesawat terbang dapat menjadi pintu masuk menuju ketertarikan pada teknologi kedirgantaraan. Sementara percakapan dengan prajurit dapat memberikan perspektif bahwa profesi militer bukan semata tentang seragam dan kedisiplinan, melainkan juga tentang kompetensi, tanggung jawab, integritas, serta kesiapan mengabdikan diri kepada negara.
Secara pedagogis, pendekatan semacam ini memiliki nilai strategis. Pengenalan profesi kepada peserta didik dapat membantu mereka memahami hubungan antara pendidikan yang sedang ditempuh dengan kebutuhan kompetensi di masa depan. Pengetahuan mengenai TNI AU pun tidak berhenti sebagai informasi institusional, tetapi dapat menjadi stimulus agar siswa mulai mengenali potensi, membangun karakter, dan menyusun orientasi masa depan.
Bagi Lanud Sjamsudin Noor, kedekatan dengan dunia pendidikan menjadi salah satu ruang penting untuk membangun komunikasi yang konstruktif antara institusi TNI AU dan generasi muda. Edukasi tentang kedirgantaraan sekaligus menjadi medium untuk menanamkan semangat kebangsaan dan kesadaran bela negara sejak dini.
Ada pesan yang lebih subtil dari kegiatan tersebut: cita-cita tidak lahir dalam ruang hampa. Ia tumbuh dari pengalaman, pengetahuan, keteladanan, dan keberanian untuk membayangkan masa depan. Dari ruang belajar di SRMP 20 Budi Luhur, para siswa diajak melihat bahwa langit bukan sekadar bentangan biru di atas kepala, tetapi juga simbol tentang luasnya kemungkinan yang dapat diraih melalui pendidikan, kerja keras, disiplin, dan pengabdian.
Dengan demikian, kunjungan Lanud Sjamsudin Noor bukan hanya menghadirkan TNI AU lebih dekat dengan siswa, tetapi juga membuka jendela wawasan bagi generasi muda untuk memahami dunia kedirgantaraan dan berbagai pilihan masa depan. Harapannya, interaksi tersebut dapat menumbuhkan generasi yang berani bermimpi, memiliki karakter kuat, serta mampu mengubah cita-cita menjadi tujuan yang dipersiapkan secara serius.(LW.ID)

