TOLITOLI, LenteraWayracana.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Majelis Dzikir Sabdo Hidayatussholawat Kabupaten Tolitoli berlangsung dalam suasana religius sekaligus sarat pesan sosial. Mengusung tema “Melangkah Manfaat untuk Tolitoli Kuat, Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk memperkuat ukhuwah, kepedulian, dan semangat gotong royong.

Sekitar 700 jamaah menghadiri perayaan tersebut. Mereka tidak hanya datang untuk mengikuti rangkaian peringatan Maulid, tetapi juga turut terlibat dalam proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan.

Kebersamaan itu tampak dalam kegiatan pemotongan hewan ternak sapi yang dagingnya dibagikan kepada sesama. Tradisi berbagi tersebut menjadi salah satu manifestasi nilai sosial yang melekat dalam peringatan Maulid Nabi.

Di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak dan menghadapi kompleksitas persoalan sosial, praktik berbagi memiliki makna yang lebih dalam. Ia menjadi bentuk sederhana dari upaya membangun kohesi sosial—mempertemukan kepentingan individual dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dihadiri Lintas Unsur
Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, kepolisian, kementerian agama, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat.
Hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Wakapolres Tolitoli, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Camat Baolan, Kapolsek Baolan, Lurah Baru, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kegiatan juga dihadiri pimpinan organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, BKPRMI, dan jamaah serta warga masyarakat.
Komposisi kehadiran lintas elemen tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang sosial yang inklusif. Perbedaan latar belakang organisasi dan peran sosial tidak menjadi sekat ketika masyarakat dipertemukan oleh semangat persaudaraan dan kepedulian.
Ketika Nilai Maulid Diterjemahkan Menjadi Aksi
Pengasuh Majelis Dzikir Sabdo Hidayatussholawat Kabupaten Tolitoli, AIPTU S. Ragil Hidayat, SH atau yang akrab disapa Gus Ragil, turut mengawal kegiatan tersebut.
Dalam perspektif sosial-keagamaan, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai peringatan historis atas kelahiran Rasulullah SAW. Momentum tersebut dapat menjadi ruang kontemplasi untuk meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Tema “Melangkah Manfaat” memberikan penekanan pada dimensi praksis tersebut. Nilai keagamaan diterjemahkan ke dalam tindakan nyata melalui kebersamaan, gotong royong, dan berbagi kepada masyarakat.
Pemotongan sapi dan pembagian daging menjadi gambaran konkret bahwa pesan keagamaan dapat hadir dalam bentuk yang sederhana, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Lebih jauh, partisipasi ratusan jamaah menunjukkan adanya modal sosial yang dapat menjadi kekuatan penting dalam kehidupan masyarakat. Solidaritas semacam ini bukan hanya memperkuat hubungan antarwarga, tetapi juga menciptakan rasa memiliki terhadap lingkungan sosial tempat mereka hidup.
Tolitoli Kuat Dimulai dari Masyarakat yang Peduli
Kekuatan sebuah daerah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas manusianya—seberapa kuat masyarakat membangun kepercayaan, kepedulian, dan kesediaan untuk saling membantu.
Dari perspektif tersebut, perayaan Maulid di Majelis Dzikir Sabdo Hidayatussholawat memiliki dimensi yang lebih luas. Ia menjadi panggung kecil tempat nilai-nilai religius bertemu dengan realitas sosial.
Shalawat, doa, silaturahmi, gotong royong, hingga berbagi makanan dan daging menjadi satu rangkaian yang memperlihatkan bahwa agama dapat hadir sebagai energi sosial yang menyejukkan.
Pesannya pun sederhana: menjadi kuat bukan berarti berjalan sendiri, melainkan mampu berjalan bersama dan memberi manfaat.
Semangat itulah yang hendak dirawat melalui tema “Melangkah Manfaat untuk Tolitoli Kuat, Indonesia Hebat.”
Dari sebuah perayaan Maulid, lahir pesan yang jauh lebih luas: bahwa keberagamaan akan menemukan maknanya ketika nilai-nilai luhur tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata untuk sesama.(LW.ID)

