TOLI-TOLI — Pemerintah Kabupaten Tolitoli kembali menggelar Dzikir Akbar menyambut Ramadhan 1447 Hijriah yang dipusatkan di Lapangan Sendana, Kecamatan Galang, Senin (16/2/2026) bertepatan dengan 28 Sya’ban 1447 H. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai dan dihadiri sekitar 1.000 jamaah.
Berdasarkan keterangan panitia dan pantauan di lapangan, mayoritas peserta yang hadir merupakan kaum perempuan, disertai para santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa se-Galang. Antusiasme tersebut dinilai sebagai indikator kesiapan spiritual masyarakat dalam menyongsong bulan suci.
Hadir dalam kegiatan itu Asisten II Setdakab Tolitoli Rustan Rewa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Usman Taba, Camat Galang Agussalim Bin Bustan, SH, Kapolsek Galang Muhammad Akbar, SH, Kepala KUA Galang H. Harisman, S.Ag, Pimpinan Pesantren Sirajul Ma’ruf serta para kepala desa dan kepala sekolah.
Dalam sambutannya, Rustan Rewa menyampaikan pesan Bupati Toli-Toli, Amran H. Yahya, bahwa Ramadhan merupakan momentum peningkatan kualitas keimanan sekaligus penguatan dimensi sosial kemasyarakatan.
“Ramadhan bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga proses transformasi diri yang berdampak pada perilaku sosial. Ini adalah kesempatan memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” demikian pesan Bupati yang dibacakan Rustan.
Ceramah hikmah Ramadhan disampaikan oleh Ustaz H. Falatehan, LC. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya self control (pengendalian diri) dan spiritual resilience sebagai fondasi pembentukan karakter selama menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, Ramadhan menjadi laboratorium spiritual untuk membangun integritas moral dan ketahanan mental umat.
Sementara itu, Kepala KUA Galang, H. Harisman, S.Ag, mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan solidaritas sosial. Ia menegaskan bahwa ibadah kolektif seperti dzikir akbar memiliki dampak positif terhadap penguatan kesadaran religius dan harmoni sosial.


Secara sosiologis, praktik dzikir bersama termasuk dalam kategori ritual komunal yang berfungsi meningkatkan kohesi sosial. Dalam perspektif ilmiah, kegiatan keagamaan massal berkontribusi terhadap pembentukan modal sosial (social capital), yakni jaringan kepercayaan dan norma bersama yang menopang stabilitas dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib hingga selesai. Pemerintah daerah berharap momentum tersebut mampu memperkuat kesiapan spiritual sekaligus menjaga situasi yang aman dan kondusif selama bulan Ramadhan di wilayah Kecamatan Galang.
(Nawir Abu)

