TOLITOLI – Pelaksanaan Salat Tarawih perdana di Masjid Al-Ziqrah, Jalan Dapalak Dinopi, Kelurahan Nalu, Kabupaten Tolitoli, berlangsung khidmat dan dipadati ratusan jemaah, Rabu (malam). Antusiasme masyarakat terlihat sejak menjelang Salat Isya, ketika area dalam hingga serambi masjid mulai terisi oleh warga.
Sebelum Tarawih dilaksanakan, panitia masjid terlebih dahulu menggelar kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh ustaz setempat. Dalam tausiyahnya, penceramah menekankan pentingnya Ramadan sebagai momentum transformasi spiritual dan peningkatan kualitas ketakwaan. Secara teologis dan sosiologis, Ramadan dipandang sebagai fase intensifikasi ibadah yang berdampak pada pembentukan karakter religius individu maupun kohesi sosial masyarakat.
Usai Salat Isya, jemaah melaksanakan Tarawih secara berjamaah dengan tertib. Imam memimpin salat dengan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara tartil, menghadirkan suasana kontemplatif dan reflektif. Rangkaian ibadah kemudian ditutup dengan Salat Witir serta doa bersama, memohon keberkahan dan ampunan di bulan suci.
Partisipasi masyarakat pada malam pertama ini dinilai meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Fenomena tersebut menunjukkan adanya eskalasi religiusitas kolektif yang lazim terjadi pada awal Ramadan, di mana kesadaran spiritual masyarakat cenderung mengalami penguatan.
Pengurus Masjid Al-Ziqrah menyampaikan apresiasi atas kehadiran jemaah yang membludak pada malam perdana.

“Alhamdulillah, kegiatan diawali dengan kultum sebagai penguatan nilai-nilai keislaman sebelum Tarawih. Semoga konsistensi ibadah ini dapat terjaga hingga akhir Ramadan,” ujarnya.
Warga Kelurahan Nalu berharap atmosfer kebersamaan dan kekhusyukan ini mampu mempererat silaturahmi serta memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masyarakat setempat sepanjang Ramadan.
(LWM.id)
