Lentera Wayracana.id | TOLITOLI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 1305/Buol-Tolitoli resmi ditutup melalui upacara di Lapangan Bola Oyom, Desa Oyom, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, Rabu (11/3/2026).
Upacara penutupan dipimpin Brigjen TNI Agus Sasmita, S.I.P selaku Inspektur Upacara yang juga menjabat Kepala Staf Kodam XXIII/Palaka Wira. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Askari Jabbar, dengan Perwira Upacara Kapten Inf Roi Kala Lembang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan, Kasrem 132/Tdl Kolonel Inf Antonius Totok Chrishardjoko, Dandim 1305/BT Letkol Inf Aryanto Rolando, unsur TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga setempat.
Dalam amanat yang dibacakan pada upacara tersebut, Pangdam XXIII/Palaka Wira menegaskan bahwa program TMMD merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, khususnya dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang salah satunya membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan.
Secara konseptual, TMMD diposisikan sebagai model pembangunan kolaboratif berbasis masyarakat yang mengintegrasikan peran TNI, pemerintah daerah, serta partisipasi warga desa. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“TMMD merupakan tahap awal pelaksanaan program di tahun anggaran 2026 yang bertujuan mempercepat pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” demikian disampaikan dalam amanat Pangdam.
Program TMMD ke-127 di Desa Oyom berlangsung selama 30 hari, sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026, dengan tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”
Dalam pelaksanaannya, kegiatan mencakup dua kategori utama, yakni sasaran fisik dan nonfisik. Sasaran fisik meliputi pengerasan jalan sepanjang 650 meter dengan lebar 4 meter, pembangunan talud sepanjang 1.030 meter, pembangunan satu unit masjid, pembangunan satu unit rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan lima titik sarana air bersih, serta pembangunan satu unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Sementara itu, sasaran nonfisik difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai penyuluhan seperti wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya radikalisme, sosialisasi narkoba, pembinaan masyarakat tanggap bencana, pelayanan kesehatan melalui posyandu, hingga edukasi rekrutmen TNI.
Selain itu, terdapat pula program unggulan TNI AD seperti penanganan stunting melalui pemberian makanan tambahan bagi anak, penguatan ketahanan pangan, serta kegiatan sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian bantuan sembako kepada masyarakat.
Dalam perspektif pembangunan wilayah, pendekatan TMMD menggunakan metode perencanaan partisipatif (bottom-up planning) yang disinergikan dengan program pembangunan pemerintah daerah. Strategi ini bertujuan menghasilkan output pembangunan fisik sekaligus outcome sosial berupa peningkatan kesejahteraan dan ketahanan wilayah.
Usai upacara penutupan, Kasdam XXIII/Palaka Wira bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi sasaran pembangunan TMMD. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui manfaat program yang telah dilaksanakan.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan penutupan TMMD ke-127 di Desa Oyom berlangsung dengan tertib, aman, dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.
(LW.id)
