Tolitoli – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadan, anggota Polsek Baolan jajaran Polres Tolitoli di bawah naungan Polda Sulawesi Tengah menggelar patroli subuh secara rutin, Rabu (19/2/2026) dini hari.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas rutin piket pada saat itu, yang dioptimalkan sebagai langkah preventif dan preemtif guna mengantisipasi aksi balapan liar serta penggunaan knalpot bogar (brong) yang meresahkan masyarakat. Patroli dilaksanakan secara berkelanjutan selama bulan suci Ramadan, mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hingga menjelang subuh.
Adapun sasaran patroli meliputi Jalur 2, Bundaran SMP 1, Bundaran Kota Cengke, serta Bundaran SD Pembina. Titik-titik tersebut dinilai memiliki karakteristik jalan yang memungkinkan terjadinya konsentrasi kendaraan dan potensi adu kecepatan.
Dalam perspektif keselamatan transportasi, balapan liar merupakan perilaku berisiko tinggi (high risk behavior) yang dapat meningkatkan probabilitas kecelakaan lalu lintas secara signifikan. Kecepatan berlebih, penggunaan knalpot tidak standar, serta rendahnya kesadaran keselamatan menjadi variabel yang berkontribusi terhadap gangguan ketertiban umum dan ancaman keselamatan kolektif.
Personel (Anggota Piket):
Aiptu Daud Patana
Aipda Faisal Mansyur
Aipda M. Yusri Yunus
Bripka Jumadil S

Personel piket tersebut melakukan pemantauan intensif dan patroli dialogis di sejumlah titik rawan. Selain memastikan situasi tetap kondusif, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada para remaja dan pengendara yang kedapatan berkumpul agar tidak melakukan balapan liar maupun menggunakan knalpot bogar yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.
Secara sosiologis, fenomena balapan liar kerap dipengaruhi oleh faktor eksistensi diri dan pencarian identitas di kalangan remaja. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya tokoh agama, orang tua, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat agar saling mengingatkan dan menjaga anak-anaknya untuk tidak terlibat dalam aksi balapan liar maupun penggunaan knalpot tidak sesuai standar. Partisipasi kolektif dinilai menjadi determinan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
“Jagalah keselamatan diri dan keselamatan orang lain,” demikian pesan yang disampaikan personel dalam patroli tersebut.
Dengan intensifikasi patroli rutin selama Ramadan, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan secara signifikan sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
(LWM id)
Selengkapnya mengenai giat patroli subuh tersebut dapat disaksikan melalui video yang tersedia di bawah ini.
