Tolitoli – Bhabinkamtibmas Desa Kelean Nono, AIPDA Abustam, melaksanakan pendampingan kegiatan panen jagung di Dusun Bunga, Desa Leleannono, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Minggu (22/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita tersebut berlangsung di lahan perkebunan kelapa sawit milik Haji Yunus. Panen jagung dikelola oleh Baso Daeng dengan luas areal tanam sekitar 1,5 hektare dan estimasi hasil panen mencapai 2,5 ton. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.30 Wita dalam keadaan aman dan lancar.

Dalam keterangannya di lokasi kegiatan, AIPDA Abustam menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan terhadap aktivitas produktif masyarakat, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif selama proses panen berlangsung.
Secara agronomis, penanaman jagung di sela tanaman kelapa sawit, khususnya pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) atau masa peremajaan (replanting), dikenal sebagai sistem tumpang sari (intercropping). Metode ini dinilai efektif dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan efisiensi ekonomi petani.
Pendekatan intercropping memungkinkan pemanfaatan ruang tumbuh di antara tanaman sawit muda, sehingga lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat menghasilkan komoditas pangan strategis. Dalam konteks ketahanan pangan nasional, peningkatan produksi jagung berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan impor serta memperkuat stabilitas pasokan domestik.

Selain memberikan pendapatan tambahan, yang dapat dipanen 3 hingga 4 kali dalam setahun sebelum sawit memasuki masa produksi, sistem tumpang sari juga berdampak pada perbaikan kualitas tanah.
Secara ilmiah, pola tanam ini membantu mengurangi laju erosi, menjaga kelembapan tanah, serta berpotensi meningkatkan kandungan unsur hara, terlebih bila dikombinasikan dengan tanaman legum (polong-polongan) sebagai penambat nitrogen alami.
Optimalisasi lahan sawit melalui budidaya jagung tidak hanya meningkatkan produktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat resiliensi petani dalam menghadapi masa tunggu panen sawit yang relatif panjang.
Dengan demikian, sinergi antara sektor pertanian dan pendampingan aparat keamanan menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
(LWM.id)
