Lenterawayracana.id | KABUPATEN TANGERANG — Menjelang pelaksanaan Haul Akbar di Pondok Pesantren dan Masjid Al-Istiqlalliyah, Polresta Tangerang menggelar rapat koordinasi lintas sektor sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan keagamaan berskala besar tersebut.

Rapat yang berlangsung di Aula Parama Satwika, Jumat (27/3/2026), dipimpin langsung Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi M. Indra Waspada, dan dihadiri unsur Forkopimcam Pasarkemis, tokoh agama, serta panitia DKM Al-Istiqlalliyah. Agenda ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko berbasis kolaborasi, yang mengedepankan pendekatan terukur dalam pengelolaan kerumunan.
Secara faktual, kegiatan haul ke-25 Abah Sepuh Abuya Dimyati, haul ke-5 Abah Uci Turtusi, serta haul keluarga besar Al-Istiqlalliyah diprediksi akan menghadirkan sekitar 10.000 jemaah. Angka tersebut menempatkan kegiatan ini dalam kategori high-density crowd event, yang memiliki potensi kerawanan tinggi jika tidak dikelola secara sistematis.
Kabag Ops Polresta Tangerang, Kompol R. Moch Sofyan, mengungkapkan bahwa potensi risiko meliputi kepadatan ekstrem yang dapat memicu kelelahan fisik hingga pingsan, tindak kriminal seperti pencopetan, serta gangguan lalu lintas di sekitar lokasi.
“Manajemen kerumunan menjadi kunci utama. Tanpa pengaturan yang presisi, akumulasi massa bisa berdampak pada keselamatan individu,” ujarnya.
Sebagai respons, Polresta Tangerang menerapkan pola pengamanan berlapis berbasis zonasi. Ring pertama difokuskan pada area inti kegiatan dengan pengawasan ketat terhadap kapasitas dan barang bawaan jemaah. Ring kedua mencakup akses jalan, kantong parkir, serta layanan kesehatan sebagai bagian dari pendekatan public safety. Sementara ring ketiga diarahkan pada rekayasa lalu lintas guna mengurai potensi kemacetan.
Kasat Intelkam, Kompol Johan Armando Utan, menambahkan bahwa selain faktor kepadatan, aspek keamanan juga menjadi perhatian serius. Titik-titik strategis seperti Perempatan Picung, Cilongok, pintu masuk masjid, hingga Jalan Raya Puri Jaya telah dipetakan sebagai area prioritas pengawasan.

Di sisi lain, rekayasa lalu lintas akan diterapkan dengan skema pengalihan arus di Perempatan Picung. Kendaraan jemaah diarahkan menuju jalur Puri Jaya dan dipusatkan di area parkir Stadion Mini Pasarkemis, sebagaimana dijelaskan KBO Satlantas, Iptu Joko.
Pendekatan pengamanan ini tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga humanis. Kapolsek Pasarkemis, AKP Humaedi, menegaskan bahwa personel akan mengedepankan pelayanan yang responsif dan persuasif di lapangan.
Dari perspektif human interest, kegiatan haul bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum spiritual yang mempertemukan ribuan jemaah dalam suasana kebersamaan. Ketua DKM Al-Istiqlalliyah, KH Afifudin, menyampaikan bahwa rangkaian acara akan diisi dengan tahlil, dzikir, tausiyah, dan doa bersama, sebuah refleksi kolektif yang sarat nilai religius.
“Kami juga melibatkan alumni untuk membantu pengamanan internal, sebagai bentuk partisipasi komunitas,” ujarnya.
Dukungan lintas sektor turut diperkuat oleh pihak kecamatan melalui penyediaan layanan medis, posko darurat, serta kesiapsiagaan pemadam kebakaran. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan acara besar membutuhkan pendekatan multidisipliner yang terintegrasi.
Rapat koordinasi ditutup dalam kondisi aman dan kondusif. Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan haul dapat berlangsung tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah yang hadir.
Sumber: Humas Polresta Tangerang
Editor: Yudi Sayuti, S.T.
