Lenterawayracana.id | Pinrang, – Fenomena pembobolan kios kembali mencuat dan menjadi perhatian serius di Pasar Sentral Pinrang, Sulawesi Selatan. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, sejumlah pedagang melaporkan kehilangan akibat aksi pencurian dengan modus perusakan gembok hingga rolling door.

Berdasarkan data yang dihimpun media, sedikitnya beberapa kios menjadi sasaran. Kios Ima Asesoris dilaporkan kehilangan uang tunai sekitar Rp2 juta. Aksi tersebut terjadi bersamaan dengan pembobolan kios milik Hajja Ida. Sementara itu, kios sembako milik Hajja Jannah bahkan disebut telah dua kali menjadi korban dalam waktu yang berdekatan, meski total kerugian masih dalam proses pendataan.
Tidak hanya itu, kasus serupa sebelumnya juga menimpa pedagang kue dan penjual es krim di lokasi yang sama. Pola kejadian yang berulang ini mengindikasikan adanya kerentanan sistem keamanan pasar yang belum tertangani secara optimal.
Secara deskriptif-analitis, rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya celah pada aspek pengawasan dan infrastruktur keamanan. Minimnya penerangan, terbatasnya jumlah petugas jaga, serta kondisi fasilitas seperti pintu pasar yang rusak, diduga menjadi faktor yang memperbesar peluang terjadinya tindak kriminal.
Dari sisi human interest, para pedagang kecil menjadi pihak paling terdampak. Dengan modal usaha yang terbatas, kerugian sekecil apa pun dapat mengganggu keberlangsungan ekonomi keluarga mereka.

“Kami harap penjagaan diperketat, terutama malam hari. Kalau bisa penjaga ditambah, dan pintu pasar yang rusak segera diperbaiki. Modal kami pas-pasan, kalau dibobol begini sangat berat,” ungkap salah satu korban dengan nada cemas.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Pasar Sentral Pinrang yang telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan resmi.
Para pedagang berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera bertindak untuk mengungkap pelaku sekaligus meningkatkan rasa aman di lingkungan pasar.
(Mamad)
