Lenterawayracana.id | Bajoe, Sulawesi Selatan — Lonjakan arus mudik pada Sabtu, 28 Maret 2026, menyebabkan kemacetan total di kawasan Pelabuhan Bajoe. Ribuan kendaraan yang hendak menyeberang ke Kolaka terjebak dalam antrean panjang akibat keterbatasan layanan feri pulang-pergi (PP).

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, arus kendaraan tersendat sejak jalur utama menuju pelabuhan. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan tinggi pada sistem transportasi penyeberangan yang tidak sebanding dengan volume pengguna.
Secara ilmiah, situasi ini dapat dijelaskan melalui konsep transport demand overload, di mana permintaan jasa transportasi melampaui kapasitas operasional. Dampaknya adalah peningkatan waktu tunggu dan penurunan efisiensi layanan.
Sejumlah pemudik mengungkapkan keluhan mereka atas lamanya antrean. Banyak di antara mereka harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian waktu keberangkatan. Kondisi ini tidak hanya menguras energi, tetapi juga berdampak pada kenyamanan, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak.
Petugas pelabuhan bersama aparat terkait terus melakukan pengaturan untuk mengurai kepadatan. Namun, tingginya intensitas arus mudik membuat antrean sulit dihindari.
Situasi diprediksi akan semakin padat pada malam hari, seiring meningkatnya kedatangan kendaraan.

Sumber: Pantauan lapangan, 28 Maret 2026.
(Jamal Ahari)
