Lenterawayracana.id | KENDARI — Momentum penting dalam dinamika organisasi alumni terjadi dalam Musyawarah Wilayah dan Reuni Akbar I Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sulawesi Tenggara (IKA Unsultra), yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sabtu (18/4/2026). Dalam forum tersebut, Dr. Abdul Rahman, SH., MH., secara aklamasi terpilih sebagai Ketua IKA Unsultra periode 2026–2029.
Pemilihan secara aklamasi mencerminkan tingkat konsensus yang tinggi di antara para alumni. Dalam perspektif organisasi, kondisi ini menunjukkan minimnya friksi internal serta kuatnya legitimasi sosial terhadap figur yang dipilih. Abdul Rahman dinilai mampu merepresentasikan kebutuhan kolektif alumni dalam menghadapi tantangan penguatan jaringan dan kontribusi kelembagaan ke depan.
Prosesi serah terima pataka menjadi salah satu momen paling simbolik dalam kegiatan tersebut. Dalam kajian sosiologi organisasi, simbol seperti pataka bukan sekadar atribut seremonial, melainkan representasi identitas kolektif dan kontinuitas nilai. Penyerahan pataka menandai transisi kepemimpinan yang sarat makna, dari generasi sebelumnya kepada kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi lebih adaptif.
“Bismillahirrahmanirrahim, saya serahkan pataka IKA Unsultra,” ujar perwakilan pengurus sebelumnya, yang disambut tepuk tangan dan seruan penuh semangat dari peserta.
Respons emosional peserta menunjukkan adanya keterikatan psikologis (emotional bonding) antar alumni. Dalam pendekatan human interest, momen ini menggambarkan bahwa organisasi alumni tidak hanya berfungsi sebagai wadah formal, tetapi juga ruang nostalgia, solidaritas, dan identitas bersama.
Dr. Abdul Rahman, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya sinergi antara alumni dan institusi kampus. Ia menekankan bahwa keberadaan IKA harus menjadi mitra strategis universitas dalam pengembangan sumber daya manusia dan jaringan profesional.

“IKA harus bersinergi dengan universitas. Kehadiran rektor dalam pengukuhan ini menjadi energi positif bagi kami untuk bergerak bersama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif yang dalam teori manajemen organisasi dikenal sebagai stakeholder engagement, yaitu keterlibatan aktif berbagai pihak dalam mencapai tujuan bersama.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan steering committee atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik. Hal ini menunjukkan pengakuan terhadap kerja kolektif, yang menjadi salah satu indikator penting dalam membangun budaya organisasi yang sehat.
Musyawarah Wilayah dan Reuni Akbar I ini tidak hanya menjadi forum formal pemilihan ketua, tetapi juga ruang konsolidasi alumni lintas generasi. Dari sudut pandang pembangunan daerah, penguatan jaringan alumni berpotensi menjadi modal sosial (social capital) yang signifikan dalam mendukung kemajuan Sulawesi Tenggara, baik melalui kontribusi pemikiran, jejaring profesional, maupun kolaborasi lintas sektor.
Kendari, pada hari itu, menjadi lebih dari sekadar lokasi kegiatan. Ia menjadi ruang lahirnya komitmen baru, bahwa alumni tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga mengambil peran dalam membentuk masa depan.
Sumber: Potretnusantara.co.id (diolah dan ditulis ulang)
(Ikmal)
