Lenterawayracana.id | TOLITOLI — Suasana haru, khidmat, sekaligus penuh harapan menyelimuti prosesi pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Tolitoli tahun 2026 yang tergabung dalam Kloter 13 Embarkasi Balikpapan, Selasa (12/5/2026). Sebanyak 228 jamaah resmi dilepas oleh Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya, dalam sebuah seremoni yang sarat nilai spiritual dan kemanusiaan.
Mengusung semangat “Duyufurrohman” , tamu-tamu Allah , keberangkatan tahun ini juga menonjolkan konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Hal ini sejalan dengan paradigma pelayanan publik berbasis inklusivitas, di mana negara hadir memberikan akses ibadah yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Secara komposisi, jamaah didominasi oleh perempuan sebanyak 159 orang (69,7%), sementara laki-laki berjumlah 69 orang (30,3%). Dari perspektif demografi ibadah, angka ini menunjukkan kecenderungan partisipasi perempuan yang semakin tinggi dalam ritual keagamaan skala global seperti haji.
Distribusi jamaah berdasarkan kecamatan mencerminkan representasi wilayah yang cukup merata, dengan Kecamatan Baolan sebagai penyumbang terbesar sebanyak 93 orang, diikuti Galang 45 orang, serta kecamatan lainnya seperti Dondo (15 orang), Dampal Utara (17 orang), dan Dampal Selatan (16 orang). Sementara wilayah dengan jumlah terkecil seperti Basidondo (6 orang) dan Lampasio (7 orang) tetap menunjukkan partisipasi aktif dalam agenda religius ini.
Dalam sambutannya, Bupati H. Amran H. Yahya menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan transformasi spiritual yang berdampak pada kualitas moral individu dan sosial masyarakat.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan niatkan ibadah ini semata-mata karena Allah. Sepulangnya nanti, jadilah haji yang membawa perubahan positif,” ujarnya.
Turut hadir dalam pelepasan tersebut Wakil Bupati Tolitoli Mohammad Besar Bantilan, Ketua DPRD Tolitoli Hj. Sriyanti Daeng Parebba, Sekretaris Daerah Moh. Asrul Bantilan, serta unsur Forkopimda seperti Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, perwakilan TNI, dan pimpinan OPD.
Dari sisi struktur organisasi jamaah, rombongan ini didampingi oleh 6 ketua rombongan dan 20 ketua regu yang bertugas memastikan koordinasi, keamanan, serta kenyamanan jamaah selama perjalanan. Secara biologis, rentang usia jamaah cukup variatif, dengan jamaah tertua berusia 90 tahun dan termuda 23 tahun dari Kelurahan Tuweley. Hal ini menjadi indikator bahwa ibadah haji melintasi batas usia, selama kondisi fisik memungkinkan.
Rencana perjalanan dimulai dari Tolitoli menuju Palu sebelum diberangkatkan ke Embarkasi Balikpapan. Dari sana, jamaah akan melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci.
Dalam perspektif human interest, kisah para jamaah, khususnya lansia, menjadi potret keteguhan iman dan penantian panjang. Tidak sedikit di antara mereka yang harus menunggu bertahun-tahun demi mendapatkan kesempatan berangkat. Momentum ini menjadi puncak dari akumulasi harapan, doa, dan perjuangan.
Keberangkatan JCH Tolitoli 2026 bukan hanya peristiwa administratif keagamaan, tetapi juga fenomena sosial yang merefleksikan semangat kolektif masyarakat dalam meraih dimensi spiritual tertinggi dalam Islam.
(LW.id)
