TOLITOLI | lenterawayracana.id . – Sinergi antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tolitoli kembali diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pengelolaan pasar rakyat.
Bentuk dukungan tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan seragam berupa rompi dan topi rimba sebanyak 51 pasang kepada para petugas Pasar Susumbolan, yang dilaksanakan secara simbolis dan penuh makna.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli, Hajja Sriyanti Daeng Parebba, sebagai representasi komitmen legislatif dalam memperkuat tata kelola pasar yang profesional, tertib, dan berkelanjutan.
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh perwakilan petugas pasar, yang terdiri dari koordinator pasar, pemungut retribusi, bendahara pasar, petugas penertiban dan keamanan, serta petugas kebersihan pasar.
Kegiatan ini turut melibatkan unsur Pemda Kabupaten Tolitoli, khususnya dari sektor teknis pengelolaan pasar.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kabid Pasar Imran Biseng, SH, Koordinator Pasar Susumbolan Mantan Rauf, Elvi R. Dunggio, SE, serta Kepala UPT Pasar Susumbolan Efri Y. Pattajajani. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan adanya pendekatan kolaboratif (collaborative governance) antara legislatif dan eksekutif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pasar tradisional.


Dalam keterangannya, Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli menegaskan bahwa bantuan seragam ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan atribut kerja, melainkan bagian dari strategi peningkatan kapasitas kelembagaan pasar.
Secara sosiologis dan administratif, identitas petugas yang jelas akan meningkatkan legitimasi, kedisiplinan, serta efektivitas kerja di lapangan.
“Pasar adalah pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Ketertiban dan kenyamanan di pasar sangat ditentukan oleh peran para petugasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pasar Imran Biseng, SH menjelaskan bahwa pemberian seragam ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi fungsi pasar sebagai ruang ekonomi rakyat yang sehat dan tertata. Menurutnya, dalam perspektif manajemen publik, fasilitas kerja yang memadai akan berdampak langsung pada motivasi kerja dan kinerja aparatur di tingkat operasional.
Hal ini sejalan dengan prinsip good governance yang menekankan efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan.
Koordinator Pasar Susumbolan Mantan Rauf menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD dan Pemda Kabupaten Tolitoli terhadap petugas pasar. Ia menilai bantuan tersebut menjadi stimulus moral yang memperkuat rasa tanggung jawab kolektif dalam menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan pasar.
“Kami merasa diperhatikan. Ini menjadi penyemangat bagi seluruh petugas untuk bekerja lebih maksimal,” ungkapnya.
Secara konseptual, pasar rakyat tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang merepresentasikan dinamika kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, dukungan sarana dan prasarana, termasuk kelengkapan kerja petugas, merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi lokal berbasis kerakyatan.
Dengan adanya bantuan rompi dan topi rimba ini, DPRD dan Pemda Kabupaten Tolitoli berharap Pasar Susumbolan dapat semakin tertata, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam penguatan layanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tolitoli secara menyeluruh.
Editor Redaksi

