Buol, Sulawesi Tengah — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXIII/Palaka Wira, Mayor Jenderal TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Kamis (15/01/2026). Kunjungan tersebut menjadi rangkaian kegiatan strategis yang mencakup peninjauan lahan rencana pembangunan Markas Komando Distrik Militer (Kodim) sekaligus pengarahan dan pembinaan personel Koramil 05/Biau.
Peninjauan lahan pembangunan Kodim merupakan bagian dari kebijakan penguatan gelar satuan teritorial Kodam XXIII/Palaka Wira. Secara konseptual, pembangunan satuan kewilayahan ini sejalan dengan doktrin sistem pertahanan semesta, yang menempatkan wilayah dan rakyat sebagai elemen utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Pangdam meninjau langsung kondisi fisik lahan, aksesibilitas, serta kesiapan administratif yang menjadi prasyarat pembangunan satuan baru sesuai standar organisasi TNI Angkatan Darat.
Didampingi pejabat utama Kodam XXIII/Palaka Wira, Dandim 1305/BT Letkol INF Ariyanto Rolando SIP dan jajaran, serta unsur pemerintah daerah, Pangdam menegaskan bahwa keberadaan Kodim di Kabupaten Buol memiliki nilai strategis dalam memperpendek rentang kendali komando, meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial, serta mempercepat pelayanan TNI AD kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Buol pun menyatakan komitmennya mendukung proses perencanaan hingga realisasi pembangunan sebagai bagian dari sinergi pertahanan dan pembangunan daerah.
Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Pangdam XXIII/Palaka Wira juga memberikan pengarahan kepada seluruh anggota Koramil 05/Biau sebagai bagian dari pembinaan personel dan penguatan nilai-nilai dasar keprajuritan. Kegiatan ini bertujuan membangun sumber daya manusia prajurit yang berintegritas, berdisiplin tinggi, dan profesional dalam menjalankan tugas pertahanan negara.
Dalam arahannya, Pangdam menekankan bahwa stabilitas psikososial prajurit berpengaruh signifikan terhadap kinerja dan kesiapsiagaan satuan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga serta menghindari perceraian. Menurutnya, keluarga merupakan pilar fundamental dalam menopang ketahanan mental prajurit, sehingga setiap permasalahan domestik perlu diselesaikan secara rasional melalui komunikasi efektif dan mekanisme pembinaan berjenjang di satuan.

Selain itu, Pangdam mengingatkan prajurit agar tidak menjalani gaya hidup hedonistik dan berlebihan. Pola hidup sederhana dinilai sebagai bentuk kontrol diri (self-control) yang berdampak positif terhadap stabilitas emosional dan kesehatan finansial prajurit. Perilaku konsumtif yang tidak terkendali, lanjutnya, berpotensi menimbulkan deviasi sosial serta menurunkan citra institusi TNI di tengah masyarakat.
Dalam aspek pembinaan moral dan disiplin, Pangdam XXIII/Palaka Wira menegaskan sikap tegas terhadap penyalahgunaan narkoba. Narkotika disebut sebagai ancaman laten yang dapat merusak fungsi kognitif, menurunkan disiplin, serta melemahkan sistem pertahanan satuan. Oleh karena itu, diberlakukan kebijakan zero tolerance terhadap setiap prajurit yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Pangdam juga menekankan pentingnya penegakan disiplin dan supremasi hukum di lingkungan TNI AD. Setiap pelanggaran hukum, disiplin, maupun kode etik prajurit akan diproses secara objektif dan tegas sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari mekanisme kontrol institusional untuk menjaga marwah dan kredibilitas TNI sebagai alat negara.
Mengakhiri rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Kabupaten Buol, Pangdam XXIII/Palaka Wira mengajak seluruh prajurit untuk senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan. Loyalitas, tanggung jawab, serta dedikasi kepada bangsa dan negara ditegaskan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan prajurit TNI AD yang adaptif, profesional, dan dicintai rakyat.
Kunjungan kerja Pangdam XXIII/Palaka Wira di Kabupaten Buol secara keseluruhan berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta menjadi momentum penting dalam penguatan struktur pertahanan teritorial dan pembinaan sumber daya manusia prajurit di wilayah utara Provinsi Sulawesi Tengah.
