Tolitoli — Musibah kebakaran melanda sebuah rumah kos di Jalan Lanoni 3, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 09.10 WITA. Rumah kos tersebut diketahui milik Hasanuddin Kiding, dengan total 9 petak, di mana 5 petak dalam kondisi terisi saat kejadian.
Berdasarkan data di lapangan, penghuni kos yang terdampak langsung antara lain Aman Kapeo (47) seorang pedagang, Misna Yusuf (37) ibu rumah tangga, Andy Solustiyo (35) penyuluh perikanan, Yanti Yusuf (35) ibu rumah tangga, serta Supardi (37) warga Kelurahan Baru. Selain itu, kebakaran juga berdampak pada 3 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi kejadian.
Warga yang turut terdampak adalah Abd Rahman (45) berprofesi sebagai buruh, Samauna (50) buruh, serta Sri Wahyuni Kiding (37) yang bekerja sebagai perawat di RSU Mokopido. Meski api cepat membesar, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Secara ilmiah, kebakaran pada bangunan yang menggunakan material kayu memiliki laju rambat api yang tinggi akibat sifat kayu yang mudah mengalami pirolisis, yaitu proses penguraian material padat menjadi gas mudah terbakar ketika terpapar panas. Hal ini diduga menjadi faktor utama cepatnya api menghanguskan seluruh petak kos.
Selain bangunan kos, kebakaran juga mengakibatkan lima unit sepeda motor hangus terbakar, masing-masing Yamaha MX, Yamaha Jupiter Z, dua unit Honda Revo, dan Suzuki Satria FU. Total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 10.00 WITA berkat sinergi antara warga setempat, anggota TNI–Polri, serta tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja. Upaya pemadaman dilakukan dengan metode pendinginan area untuk mencegah terjadinya titik api susulan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat Kepolisian. Investigasi akan difokuskan pada analisis sumber api dan kemungkinan kelalaian teknis, termasuk instalasi listrik dan aktivitas manusia di sekitar lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi risiko kebakaran di kawasan permukiman padat, khususnya bangunan berbahan mudah terbakar, guna meminimalisir potensi kerugian dan ancaman keselamatan di masa mendatang.
Kabiro : Mustajab
