DONGGALA – Panglima Kodam (Pangdam) XXIII/Palaka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Koramil di wilayah perbatasan dan terpencil Sulawesi Tengah, Sabtu (17/01/2026).
Sidak dilakukan dalam perjalanan darat dari Kodim 1305/BT Tolitoli menuju Markas Kodam XXIII/Palaka Wira.
Langkah ini menegaskan komitmen pimpinan TNI Angkatan Darat dalam memastikan kesiapan prajurit sekaligus memperkuat moril satuan kewilayahan yang bertugas di daerah dengan tantangan geografis dan keterbatasan sarana.
Dalam teori kepemimpinan militer, kehadiran langsung komandan di lapangan merupakan bentuk kepemimpinan transformasional yang berdampak signifikan terhadap motivasi dan loyalitas prajurit.
Koramil 1305-10/Dampal Selatan menjadi titik awal sidak Pangdam. Di lokasi tersebut, Pangdam meninjau kondisi markas, sarana prasarana, serta berdialog langsung dengan prajurit terkait pelaksanaan pembinaan teritorial di wilayah pesisir dan pelosok.

Pangdam menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat merupakan elemen strategis dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Koramil 1306-18/Sojol, Kodim 1306/Kota Palu, yang berada di wilayah perbukitan dan rawan bencana.
Pangdam mengecek kesiapan personel dan memberikan apresiasi atas dedikasi prajurit yang tetap menjalankan tugas meski dengan keterbatasan fasilitas.
“Prajurit di wilayah terpencil adalah ujung tombak pertahanan darat. Tetap jaga kesehatan dan terus hadir membantu kesulitan rakyat,” tegas Pangdam kepada prajurit.
Secara akademik, kehadiran TNI AD di wilayah rawan bencana berfungsi sebagai stabilisator sosial serta pendukung ketahanan wilayah dalam menghadapi ancaman nonmiliter.
Sidak ditutup di Koramil 1306-13/Sirenja. Pangdam menyoroti peran strategis Babinsa dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung program pemerintah daerah, khususnya ketahanan pangan dan mitigasi bencana.
Pangdam juga menekankan pentingnya netralitas TNI dan kepekaan terhadap dinamika sosial masyarakat.
Kunjungan mendadak ini menjadi sinyal kuat bahwa komando atas memberi perhatian serius terhadap prajurit di garis depan.
Selain meningkatkan moril, sidak tersebut diharapkan mampu mendorong efektivitas tugas kewilayahan secara adaptif dan berkelanjutan di wilayah terpencil dan perbatasan.
(|PimRed|)
