TOLITOLI, LenteraWayracana.id — Kunjungan kerja Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H. ke wilayah hukum Polres Tolitoli menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian, pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Tengah Ny. Lina Nasri dan para Pejabat Utama Polda Sulawesi Tengah turut menyambangi Polsek Dako Pemean Polres Tolitoli. Agenda tersebut juga diisi dengan penyampaian laporan situasi wilayah oleh Kapolsek Dako Pemean IPDA Ismail Mappiasse.

Kedatangan Kapolda beserta rombongan disambut Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tolitoli Ny. Dwi Real, jajaran PJU Polres Tolitoli, serta seluruh personel.

Dalam kunjungan di Polsek Dako Pemean, IPDA Ismail Mappiasse selaku Kapolsek Dako Pemean menyampaikan laporan situasi dan kondisi wilayah kepada Kapolda Sulawesi Tengah.
Laporan situasi tersebut menjadi bagian penting dalam kunjungan kerja pimpinan kepolisian. Informasi dari tingkat kewilayahan menjadi bahan untuk melihat secara langsung dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mengidentifikasi berbagai perkembangan yang membutuhkan perhatian dan koordinasi.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pengelolaan keamanan tidak hanya bertumpu pada respons ketika terjadi gangguan, tetapi juga membutuhkan pemetaan situasi secara berkelanjutan dari jajaran kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kegiatan di Dako Pemean turut dihadiri Camat Dako Pemean Arham A. Jacub, S.H., Danramil 1305-02/Dako Pemean Kapten Inf Askari D.J. Aiptu Efendi selaku Komandan Kapal Patroli XIX Tolitoli, serta N. Rizaly, S.H. dari Cabang Kejaksaan Negeri Tolitoli di Kecamatan Laulalang.
Kehadiran unsur lintas institusi tersebut mencerminkan pentingnya sinergitas dalam menjaga stabilitas wilayah. Keamanan dan ketertiban masyarakat pada hakikatnya merupakan kerja kolektif yang membutuhkan komunikasi antara kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, kejaksaan, dan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, laporan situasi dari Kapolsek Dako Pemean menjadi bagian dari mekanisme koordinasi untuk memastikan perkembangan di lapangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat.
Selain agenda kedinasan dan pemantauan situasi wilayah, kunjungan Kapolda Sulawesi Tengah juga diwarnai aksi sosial melalui penyaluran bantuan sosial kepada 50 warga.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat sekaligus menghadirkan wajah pelayanan publik yang lebih humanis.
Bagi warga penerima, bantuan tersebut bukan sekadar simbol kehadiran pemerintah dan aparat keamanan. Di balik bantuan itu terdapat pesan sosial bahwa masyarakat merupakan bagian penting dari kehidupan institusi kepolisian.
Pendekatan humanis semacam ini menjadi relevan dalam membangun kedekatan antara aparat dan masyarakat. Ketika keamanan berjalan beriringan dengan kepedulian sosial, hubungan institusional dapat berkembang menjadi komunikasi yang lebih substantif.
Kunjungan kerja Kapolda Sulawesi Tengah di Dako Pemean dengan demikian tidak berhenti pada agenda seremonial. Penyampaian laporan situasi oleh Kapolsek IPDA Ismail Mappiasse memberikan ruang bagi pimpinan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kewilayahan, sementara keterlibatan unsur TNI dan pemerintah memperkuat dimensi koordinasi lintas sektor.
Pada saat yang sama, penyaluran bansos kepada 50 warga memberikan sentuhan kemanusiaan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Perpaduan antara konsolidasi, laporan situasi, sinergi lintas institusi, dan pelayanan sosial menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian di tingkat kewilayahan memiliki spektrum yang luas: menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan melalui kehadiran yang nyata di tengah masyarakat. (LW.id)

