Tolitoli, LenteraWayracana.id —Personil Polsek Baolan mengantar nasi tumpeng berjalan kaki melintasi jalan raya di depan dua institusi negara. Sederhana, tetapi sarat makna. Senin (5/10/2026) siang, jajaran Polsek Baolan bersama Polsek Lampasio mendatangi Koramil 1305-01/Baolan untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.

Rombongan dipimpin Kapolsek Baolan Iptu Samir Muhammad, S.H., M.H. bersama anggota dan Kapolsek Lampasio Iptu Fathun beserta personel. Mereka membawa nasi tumpeng dari halaman Kantor Polsek Baolan menuju Kantor Koramil 1305-01/Baolan sebagai simbol penghormatan sekaligus ungkapan kebersamaan kepada jajaran TNI.

Setibanya di kantor Koramil, rombongan disambut langsung Komandan Koramil 1305-01/Baolan Kapten Cpl Eddy, S. bersama seluruh personelnya.
Tumpeng dan Langkah Kaki yang Menjadi Pesan Kebersamaan
Jarak Kantor Polsek Baolan dan Kantor Koramil 1305-01/Baolan relatif dekat. Kedua kantor tersebut berada berhadapan dan hanya dipisahkan oleh jalan raya.

Namun, langkah kaki para personel Polri yang membawa tumpeng tersebut menjadi lebih dari sekadar perpindahan tempat. Dalam perspektif sosial, tindakan sederhana semacam itu dapat menjadi simbol komunikasi institusional yang cair, bahwa hubungan antarlembaga tidak selalu harus dibangun melalui seremoni besar, tetapi juga melalui gestur kecil yang menghadirkan rasa saling menghargai.
Di tengah tuntutan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kedekatan TNI dan Polri merupakan bagian penting dari modal sosial di tingkat kewilayahan.
Momentum HUT TNI kemudian menjadi ruang untuk memperkuat hubungan tersebut secara humanis.
Dari Salam hingga Makan Siang Bersama
Sesampainya di Kantor Koramil, rombongan Polsek Baolan dan Polsek Lampasio bersalaman dengan Danramil serta seluruh anggota.
Suasana kemudian berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Setelah penyampaian ucapan selamat HUT ke-81 TNI, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama.
Tidak ada jarak protokoler yang berlebihan. Personel TNI dan Polri duduk bersama dalam satu suasana, berbagi makanan sekaligus percakapan.
Dalam konteks kehidupan sosial masyarakat, makan bersama memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan biologis. Ia menjadi medium interaksi yang mempertemukan manusia dalam posisi yang relatif setara. Karena itu, tradisi makan bersama kerap menjadi salah satu bentuk sederhana untuk merawat kohesi sosial.
Sinergi TNI-Polri Dimulai dari Ruang Terdekat
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 13.00 WITA hingga selesai.
Secara substantif, kegiatan ini memang sederhana. Namun, pesan yang dibawanya cukup kuat: sinergi TNI-Polri tidak hanya dibangun dalam forum formal atau ketika menghadapi persoalan keamanan berskala besar.
Ia juga tumbuh dari hubungan keseharian, komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan kebersamaan di tingkat kewilayahan.
Kehadiran Kapolsek Baolan, Kapolsek Lampasio bersama personel, serta sambutan Danramil Kapten Cpl Eddy, S. bersama anggota Koramil, memperlihatkan bagaimana institusi negara dapat membangun kedekatan melalui cara yang sederhana dan manusiawi.
Pada akhirnya, sebuah tumpeng bukan sekadar hidangan perayaan. Ia menjadi simbol rasa syukur, penghormatan dan doa agar pengabdian terus memiliki arah yang sama: menjaga keamanan, ketertiban dan kepentingan masyarakat. (LW.id)

