Palu – Mantan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Dakopemean Polres Tolitoli IPDA Sugiarta, menunjukkan konsistensi dalam membina generasi muda Tolitoli melalui olahraga. Ia memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam Liga 4 Seri Provinsi Sulawesi Tengah, sebuah ajang kompetitif yang dirancang untuk mengasah kemampuan atletik sekaligus menanamkan nilai disiplin, kerjasama, dan sportivitas.
“Program ini tidak sekadar tentang bermain sepak bola, tetapi juga menumbuhkan karakter dan ketahanan mental anak-anak sejak dini. Kami ingin mereka belajar untuk menang secara sehat, menghadapi kekalahan dengan bijak, serta membangun rasa percaya diri yang berkelanjutan,” ujar IPDA Sugiarta,
mantan Kapolsek Dakopemean, saat ditemui di lokasi latihan.
Bukti nyata keberhasilan program ini terlihat pada beberapa anak desa Bajugan, termasuk Ical Aksa, dan pemain dari Kelurahan Baru Makbul yang berhasil menunjukkan prestasi gemilang di ajang tersebut.
Keberhasilan mereka mencerminkan dampak positif dari pembinaan olahraga yang konsisten, sekaligus memperkuat keterkaitan antara pembinaan lokal dan prestasi di level provinsi.
Menurut Sugiarta, pembinaan anak-anak melalui olahraga memiliki landasan ilmiah.
“Berbagai studi dalam psikologi olahraga menunjukkan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan terstruktur seperti liga sepak bola dapat meningkatkan kemampuan kognitif, keterampilan sosial, dan kontrol emosi anak. Ini bukan sekadar permainan; ini adalah laboratorium sosial bagi mereka untuk belajar hidup dan membangun masa depan yang produktif,” tambahnya.
Selain itu, Sugiarta menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan keluarga

. “Kami selalu mendorong orang tua untuk aktif mendampingi anak-anak mereka. Keberhasilan anak-anak dalam olahraga akan lebih optimal jika dukungan psikologis dan motivasi datang dari lingkungan terdekat mereka,” jelasnya.
Program yang diinisiasi oleh mantan Kapolsek ini menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi media efektif untuk pembangunan karakter dan pemberdayaan generasi muda, sekaligus memperkuat kebanggaan komunitas lokal di Tolitoli.
(Febram)
