Lenterawayracana.id | Palu — Menjelang pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX tahun 2027, Provinsi Sulawesi Tengah mulai melakukan langkah strategis dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaik daerah. Salah satu upaya konkret dilakukan oleh Asosiasi Masyarakat Dansa Indonesia (AMDI) Provinsi Sulawesi Tengah melalui pelatihan dance sport tingkat regional yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Kota Palu.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pelatihan teknis, tetapi juga berfungsi sebagai ruang identifikasi bakat (talent scouting) bagi generasi muda. Dalam perspektif ilmiah olahraga, proses ini dikenal sebagai early talent identification, yaitu metode sistematis untuk menemukan individu dengan potensi performa tinggi sejak dini. Pendekatan ini dinilai krusial dalam membangun fondasi prestasi jangka panjang.
Ketua DPD AMDI Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Abdul Haris Mailili, dalam surat resminya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan menyeluruh menuju FORNAS IX, di mana Sulawesi Tengah bertindak sebagai tuan rumah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah, khususnya antara pemerintah kabupaten/kota, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, serta Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
“Pelatihan ini menjadi momentum strategis untuk menjaring putra-putri terbaik daerah. Mereka tidak hanya dilatih secara teknis, tetapi juga dibekali mental kompetitif untuk mewakili daerah di ajang nasional,” ujarnya.
Secara naratif, kegiatan ini mencerminkan semangat kolektif masyarakat Sulawesi Tengah dalam membangun prestasi olahraga berbasis komunitas. Dance sport, yang memadukan unsur seni, olahraga, dan disiplin gerak, menjadi cabang yang semakin diminati generasi muda. Hal ini menunjukkan adanya transformasi budaya olahraga yang lebih inklusif dan kreatif.
Pelatihan ini juga menghadirkan pelatih nasional serta juri internasional dari pusat, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas teknik dan standar kompetisi peserta. Dari sisi analitis, kehadiran tenaga ahli berlevel nasional dan internasional menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas pembinaan atlet daerah, sekaligus mempersempit kesenjangan kompetensi antara daerah dan pusat.

Di balik agenda besar ini, terdapat cerita-cerita kecil yang sarat makna. Bagi banyak peserta, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan kesempatan untuk mengubah masa depan. Anak-anak muda dari berbagai kabupaten/kota akan datang dengan harapan, membawa semangat daerahnya, dan berjuang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Dengan sinergi yang terbangun sejak dini, AMDI Sulawesi Tengah optimistis mampu melahirkan atlet dance sport yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah di panggung yang lebih luas.
(LW.id)
