TOLITOLI — PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tolitoli menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pertamina ke-68 yang dipusatkan di kawasan Pantai Lalos, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Minggu (11/1/2026). Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.30 WITA dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat pesisir.
Acara diawali dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Lagu Parrot Baolan, sebagai simbol penguatan identitas budaya lokal. Selanjutnya, kegiatan dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Zainal Abidin, S.H., sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mengawali seluruh rangkaian acara.
Dalam sambutannya, Alfian Rifai selaku Fuel Terminal Manager Pertamina Tolitoli menegaskan bahwa peringatan HUT ke-68 Pertamina tidak dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai implementasi nyata komitmen Pertamina dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
Menurut Alfian Rifai, tema kegiatan “Pertamina untuk Nelayan” sejalan dengan semangat Energizing Indonesia, di mana perusahaan energi nasional hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara konseptual, pendekatan ini mencerminkan paradigma pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Sementara itu, Bupati Tolitoli yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tolitoli, Muhammad Dzikron, S.H., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pertamina yang secara konsisten melibatkan masyarakat dalam berbagai program sosial dan lingkungan. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat merupakan faktor kunci dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi wilayah pesisir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda maupun instansi vertikal, di antaranya Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Tolitoli, Dinas Perikanan yang diwakili Fuad Alatas, Danramil 1305-02 Galang Peltu Sofyan, Kapolsek Galang Iptu Akbar yang mewakili Kapolres Tolitoli, Kapten Laut (E) Mardin mewakili Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tolitoli, perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli, serta Kepala Desa Lalos.
Usai rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah lomba mancing kepada delapan peserta terbaik. Kegiatan ini tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga memiliki nilai sosial sebagai sarana mempererat hubungan antara Pertamina dan masyarakat nelayan.
Puncak kegiatan ditandai dengan penekanan tombol alarm oleh perwakilan Bupati Tolitoli sebagai simbol dimulainya lomba dayung tradisional. Sebelumnya, dilaksanakan penanaman pohon glodokan tiang secara simbolis sebagai bentuk komitmen pelestarian lingkungan pesisir dan mitigasi abrasi pantai.
Rangkaian acara juga diisi dengan pelepasan burung Maleo serta pelepasan tukik penyu ke laut sebagai bagian dari edukasi konservasi keanekaragaman hayati. Secara ilmiah, kegiatan ini merupakan upaya konservasi berbasis ekosistem (ecosystem-based conservation) yang bertujuan menjaga keseimbangan biologis dan keberlanjutan habitat pesisir.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengangkatan bendera start sebagai tanda resmi dimulainya lomba dayung yang disaksikan ratusan warga. Kehadiran pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara turut memberikan dampak ekonomi positif dan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, rangkaian peringatan HUT ke-68 Pertamina di Pantai Lalos mencerminkan pendekatan pembangunan berbasis komunitas (community-based development) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan dan kelestarian lingkungan pesisir Kabupaten Tolitoli.
(Editor Redaksi)
