LenteraWayracana.id | TOLITOLI – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Tolitoli. Senin (14/7/2026) pukul 16.00 WITA, Ketua DPC PBB Kabupaten Tolitoli yang juga menjabat sebagai Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya, turun langsung mengunjungi lokasi pascabencana kebakaran di RW 01 RT 01, Km 1, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan.

Dalam kunjungan tersebut, H. Amran H. Yahya didampingi Sekretaris DPC PBB Syamsudin Beddu Messa, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Mohammad Fauzan Adzima H. Yahya, SH, Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli Moh. Saleh Kani, SE, Rudy Hartono, jajaran pengurus PBB, kepala dinas terkait, Lurah Sidoarjo beserta sekretarisnya, serta para simpatisan Partai Bulan Bintang.

Kehadiran rombongan bukan sekadar seremoni politik, melainkan manifestasi nyata dari tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang sedang menghadapi fase paling rentan setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran. Di tengah puing-puing yang masih menyisakan duka, hadir pula secercah harapan yang dibawa melalui aksi kemanusiaan.

Bantuan yang disalurkan memenuhi dua mobil pikap terbuka yang sarat dengan berbagai kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, gula pasir, air mineral, serta bahan pangan lainnya yang menjadi kebutuhan mendesak bagi para penyintas. Selain bantuan logistik, DPC Partai Bulan Bintang menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta, disusul bantuan pribadi dari Bupati H. Amran H. Yahya sebesar Rp5 juta. Dana tersebut dibagikan kepada sembilan warga terdampak dengan nominal Rp1.100.000 per orang sebagai bentuk dukungan awal untuk meringankan beban pascabencana.

Di luar bantuan yang telah disalurkan, masyarakat masih membutuhkan dukungan berkelanjutan berupa material bangunan, perlengkapan tidur, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah bagi anak-anak, perlengkapan dapur, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial. Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah, tetapi juga memulihkan rasa aman, optimisme, dan martabat kehidupan para korban.
Secara sosiologis, kehadiran langsung seorang kepala daerah di tengah masyarakat yang sedang berduka memiliki makna lebih dari sekadar penyerahan bantuan. Ia menjadi simbol hadirnya negara sekaligus representasi kepemimpinan yang responsif terhadap penderitaan rakyat. Sementara itu, keterlibatan Partai Bulan Bintang memperlihatkan bahwa organisasi politik dapat menjalankan fungsi sosialnya sebagai penggerak solidaritas kemanusiaan, bukan semata-mata instrumen kontestasi elektoral.
Dalam perspektif pembangunan sosial, bantuan kemanusiaan merupakan investasi terhadap ketahanan masyarakat. Respons cepat dari pemerintah daerah dan elemen politik mampu mempercepat proses pemulihan, memperkuat kohesi sosial, serta membangun kembali kepercayaan masyarakat bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.
Suasana haru menyelimuti lokasi ketika bantuan diterima warga. Senyum yang perlahan kembali merekah di wajah para penyintas menjadi gambaran bahwa kepedulian memiliki daya penyembuh yang tidak selalu dapat diukur dengan angka. Nilai kemanusiaan menemukan maknanya ketika empati diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Aksi kemanusiaan yang dipimpin H. Amran H. Yahya bersama keluarga besar Partai Bulan Bintang menjadi pesan moral bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya hadir saat pembangunan berlangsung, tetapi juga berdiri di garis depan ketika masyarakat menghadapi cobaan. Solidaritas, gotong royong, dan kepedulian adalah fondasi utama dalam membangun kembali kehidupan pascabencana.
(LW.id)

