Lenterawayracana.id | Tolitoli, Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti halaman Masjid Baiturrahim, Kampung Kepiting, Kecamatan Baolan, Sabtu (4/4/2026). Remaja Islam Masjid (RISMA) setempat menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan penyerahan hadiah Lomba Semarak Ramadhan, sebuah agenda yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat nilai edukatif dan sosial-keagamaan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) BKPRMI Baolan, Ghufron Arsyah Prawira, bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Sekretaris Nazwa, Koordinator HLKK Gitara Salsabila, Bendahara LPPRM Naya Wulandari, serta Bendahara LPEKIN Shanaztasya Almira G. Patuti. Kehadiran mereka menjadi representasi dukungan kelembagaan terhadap penguatan peran pemuda masjid.
Turut hadir pula KH. H. Husni Mubarak, Lc yang menyampaikan hikmah Halal Bihalal, bersama unsur takmir masjid, majelis taklim, pembina RISMA, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta masyarakat setempat. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam pembangunan sosial berbasis masjid.
Secara faktual, kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian Lomba Semarak Ramadhan yang digelar pada 28–29 Maret 2026. Berbagai cabang lomba seperti adzan, hafalan surat pendek, cerdas cermat agama, hingga pengetahuan umum diikuti oleh santri TKA/TPA dari beberapa RW di Kelurahan Baru. Ini menunjukkan adanya pola pembinaan berjenjang yang terstruktur sejak usia dini.
Dalam perspektif ilmiah populer, kegiatan seperti ini dapat dipahami sebagai bentuk social learning ecosystem, di mana masjid berfungsi sebagai pusat transmisi nilai, pengetahuan, dan karakter. Interaksi antara peserta, pembina, dan masyarakat menciptakan ruang belajar kolektif yang efektif dalam membentuk generasi berkarakter Qur’ani.
Dalam sambutannya, Ghufron Arsyah Prawira menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi nyata dari gerakan dakwah berbasis komunitas. Ia menilai, masjid harus menjadi episentrum peradaban yang mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam membina generasi muda.

“Halal Bihalal ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi momentum memperkuat ukhuwah dan komitmen bersama dalam membangun generasi yang berakhlak dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya lomba keagamaan sebagai instrumen pembinaan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi fondasi dalam mencetak generasi unggul yang berpotensi tampil di ajang Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) hingga tingkat nasional.
Dari sisi human interest, antusiasme peserta terlihat jelas saat momen penyerahan hadiah. Raut bahagia para santri yang menerima penghargaan menjadi gambaran nyata bahwa apresiasi memiliki dampak psikologis positif dalam meningkatkan motivasi belajar dan berprestasi.
Penyerahan hadiah yang dilakukan langsung oleh Ketua DPK BKPRMI Baolan menjadi simbol pengakuan atas usaha dan dedikasi peserta. Momen ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan dengan nuansa khidmat dan penuh kehangatan.
Melalui kegiatan ini, peran masjid sebagai pusat pembinaan umat kembali ditegaskan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi indikator bahwa sinergi antara organisasi kepemudaan, lembaga keagamaan, dan masyarakat mampu melahirkan generasi muda Islam yang berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
(GF)
