Buton Utara, Sulawesi Tenggara —
Ikan asap merupakan salah satu produk olahan tradisional yang telah lama menjadi identitas kuliner masyarakat Kabupaten Buton Utara.
Di wilayah ini, ikan asap tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan harian, tetapi juga sebagai warisan budaya lokal yang merepresentasikan kearifan masyarakat pesisir dalam mengolah dan mengawetkan hasil laut.
Salah satu sentra ikan asap yang cukup dikenal berada di Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Di desa tersebut, sosok Wa Imbe, yang akrab disapa Ibu Wa Imbe, dikenal luas sebagai pelaku usaha tradisional ikan asap yang telah bertahun-tahun mempertahankan metode pengolahan secara alami.
Proses pengasapan ikan yang dilakukan masih mengandalkan teknik tradisional, yakni pemanfaatan asap dari pembakaran kayu tertentu. Secara ilmiah, metode ini berfungsi sebagai teknik pengawetan pangan melalui penurunan kadar air dan pemberian senyawa fenolik dari asap yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.
Dengan demikian, ikan asap memiliki daya simpan lebih lama sekaligus cita rasa khas.
Menurut Ibu Wa Imbe, ikan asap yang diproduksinya berasal dari ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat. Proses pengolahan dilakukan secara manual tanpa bahan pengawet kimia.

“Ikan kami asap dari ikan segar yang baru diambil nelayan. Prosesnya masih tradisional, pakai kayu bakar, supaya rasanya tetap khas dan alami,” ujar Wa Imbe, penjual ikan asap asal Desa Malalanda, saat ditemui di lokasi usahanya.
Ia menambahkan, ikan asap khas Buton Utara memiliki peminat yang cukup tinggi, baik dari masyarakat lokal maupun pembeli dari luar daerah. Selain rasanya yang gurih, ikan asap juga dinilai praktis untuk dikonsumsi dan mudah dibawa sebagai oleh-oleh khas daerah.
Dari sudut pandang sosial-ekonomi, keberadaan usaha ikan asap di Desa Malalanda turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga masyarakat pesisir.
Aktivitas ini juga menjadi bagian dari ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan, karena memanfaatkan potensi laut tanpa teknologi kompleks.
Pelestarian ikan asap sebagai makanan khas Buton Utara dinilai penting, tidak hanya untuk menjaga identitas kuliner daerah, tetapi juga sebagai upaya mempertahankan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan dukungan promosi dan penguatan UMKM, ikan asap Desa Malalanda berpotensi menjadi produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
(Achmad Irawan)
