Lenterawayracana.id | Kabupaten Tangerang – Tragedi kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu oleh kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Kresek menyisakan duka mendalam. Peristiwa ini tidak hanya menghadirkan kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat keras tentang pentingnya kualitas jalan dalam menjamin keselamatan publik.

Camat Kresek, Eka, menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan respons cepat pemerintah kecamatan. Dalam pendekatan yang tidak sekadar administratif, tetapi juga berbasis mitigasi risiko, pihaknya langsung melakukan inventarisasi terhadap sejumlah ruas jalan poros yang mengalami kerusakan.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Pendataan titik jalan rusak telah kami lakukan sebagai langkah awal untuk mencegah kejadian serupa,” ujar Eka, Kamis (26/3/2026).
Secara ilmiah, kondisi jalan yang rusak, seperti berlubang, retak, atau bergelombang, merupakan faktor signifikan dalam meningkatkan probabilitas kecelakaan lalu lintas. Dalam perspektif keselamatan transportasi, hal ini dikenal sebagai road hazard, yakni ancaman fisik yang dapat mengganggu stabilitas kendaraan dan respons pengemudi.
Menyadari urgensi tersebut, Pemerintah Kecamatan Kresek tidak bekerja sendiri. Koordinasi lintas sektor segera dilakukan dengan UPT Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang untuk mempercepat proses perbaikan, terutama pada titik-titik yang tergolong kritis.
Langkah ini menunjukkan pola tata kelola kolaboratif, di mana pemerintah kecamatan berperan sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat dan eksekutor teknis di lapangan.

“Kami telah berkoordinasi agar penanganan bisa diprioritaskan pada ruas yang paling berbahaya,” lanjut Eka.
Pendekatan partisipatif juga diterapkan dengan melibatkan para kepala desa. Mereka diminta aktif memantau kondisi jalan di wilayah masing-masing dan segera melaporkan kerusakan. Model ini memperkuat sistem deteksi dini berbasis komunitas, yang dalam kajian kebijakan publik dinilai efektif mempercepat respons pemerintah.
Di sisi lain, UPT 6 DBMSDA bidang jalan dan jembatan di bawah koordinasi Ketua Eko dilaporkan telah turun langsung ke lapangan. Penanganan awal difokuskan pada perbaikan dan pemeliharaan jalan poros, termasuk di Desa Talok yang sebelumnya banyak dikeluhkan warga.
Bagi masyarakat setempat, jalan bukan sekadar infrastruktur, tetapi urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial. Kerusakan jalan berarti meningkatnya risiko, tidak hanya bagi pengendara, tetapi juga bagi distribusi logistik dan mobilitas harian.
Harapan kini bertumpu pada konsistensi dan kecepatan penanganan. Pemerintah Kecamatan Kresek optimistis, langkah terpadu ini mampu menekan potensi kecelakaan sekaligus menghadirkan rasa aman bagi pengguna jalan.
Di balik data dan kebijakan, tragedi ini menyisakan pesan kemanusiaan: bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama, antara pemerintah, masyarakat, dan sistem yang saling terhubung.
Sumber: PWGK Kresek – Kabupaten Tangerang
Editor: Yudi Sayuti, S.T.
