BUTON UTARA — Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, tengah memasuki fase penting transformasi kawasan pesisir. Proyek Strategis Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan progres signifikan dan diproyeksikan menjadi benchmark permukiman nelayan modern di Sulawesi Tenggara.
Pelaksanaan pembangunan KNMP Malalanda dipercayakan kepada PT Wirabaya Nusantara Permai, perusahaan konstruksi yang memiliki pengalaman panjang dalam menangani proyek-proyek infrastruktur di lingkungan KKP. Pemilihan kontraktor berpengalaman ini dinilai krusial untuk menjamin kualitas konstruksi, terutama di wilayah pesisir yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap degradasi material akibat salinitas dan korosi air laut.
Dalam perspektif rekayasa sipil, kontraktor menerapkan pengendalian mutu (quality control) yang ketat. Seluruh material bangunan telah melalui uji laboratorium komprehensif, termasuk Job Mix Design (JMD) dan Job Mix Formula (JMF), guna memastikan kekuatan struktural, durabilitas beton, serta ketahanan jangka panjang infrastruktur. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan pada kawasan pesisir.
Progres Lapangan Capai 88 Persen
Memasuki akhir Januari 2026, aktivitas di lapangan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pengawas lapangan, Iwan, menyampaikan bahwa progres fisik pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 88 persen.
“Saat ini kami fokus pada penyelesaian detail. Infrastruktur dasar, termasuk sistem kelistrikan, sudah berfungsi dan lampu telah menyala. Tahapan yang tersisa merupakan finishing akhir dengan pekerjaan berskala kecil,” ujar Iwan di lokasi proyek.
Ia menambahkan, dengan ritme kerja yang berjalan konsisten, pihaknya optimistis seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
“Kami bekerja maksimal agar fasilitas ini segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan,” katanya.
Klarifikasi Isu Negatif di Media Sosial
Menanggapi beredarnya pemberitaan negatif di media sosial terkait pelaksanaan proyek, Iwan memberikan klarifikasi tegas. Ia menyebut informasi tersebut tidak berdasar dan bertentangan dengan kondisi faktual di lapangan.

“Pemberitaan miring itu adalah fitnah. Fakta menunjukkan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan terus mengalami kemajuan setiap hari. Kami tetap fokus pada pekerjaan dan tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Ekosistem Nelayan Terpadu
KNMP Malalanda dirancang sebagai ekosistem nelayan terpadu yang tidak hanya berorientasi pada hunian, tetapi juga pada penguatan rantai nilai perikanan. Fasilitas yang dibangun meliputi pabrik es (ice flake), gudang beku (cold storage), kantor pengelola, gedung aula pertemuan, tempat ibadah, fasilitas pendaratan ikan, penataan kawasan, dermaga tambat labuh yang representatif, dan berbagai sarana lain yang dibutuhkan para nelayan.
Keberadaan pabrik es dan cold storage di dalam kawasan desa dinilai strategis untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan. Dengan sistem penyimpanan dingin yang memadai, nelayan tidak lagi berada pada posisi tawar lemah akibat risiko pembusukan ikan.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Secara makro, KNMP Malalanda diarahkan menjadi sentra pangan nasional berbasis perikanan, yang mampu menyuplai protein ikan untuk mendukung program strategis nasional, termasuk distribusi pangan bergizi di wilayah Buton Utara.
Selain itu, penataan sanitasi dan lingkungan yang terintegrasi diharapkan menciptakan kawasan permukiman nelayan yang sehat, menghapus stigma kumuh yang selama ini melekat pada kampung pesisir.
Dengan rampungnya proyek dalam waktu dekat, Kabupaten Buton Utara siap membuktikan bahwa transformasi kawasan pesisir berbasis pendekatan teknis, sosial, dan ekonomi yang profesional dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mandiri dan modern.
(Achmad Irawan)
