Dampal Utara | LenteraWayracana.id – Upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional tidak hanya lahir dari kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga bertumbuh dari kerja-kerja nyata masyarakat di pelosok desa. Semangat tersebut tergambar dalam kegiatan panen jagung Kuartal III Tahun 2026 yang berlangsung di Dusun III, Desa Malambigu, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.


Kegiatan tersebut mendapat pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Malambigu, Briptu Jermy, sebagai bentuk sinergi Polri bersama masyarakat dalam mendukung Program Nasional Ketahanan Pangan Tahun 2026. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian menjadi representasi bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, bukan semata urusan sektor pertanian.
Panen dilaksanakan di lahan milik Marwan yang berlokasi di Dusun II, Desa Malambigu. Dengan luas sekitar satu hektare, lahan tersebut menghasilkan panen jagung sekitar 1,5 ton. Turut hadir dalam kegiatan itu pemilik lahan, Marwan bersama Rita, yang selama ini mengelola lahan secara mandiri.
Di balik angka produksi yang dihasilkan, tersimpan makna yang lebih mendalam. Sebatang jagung bukan sekadar hasil budidaya, melainkan simbol ketekunan, kesabaran, dan optimisme masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian. Produktivitas lahan seperti ini menjadi mata rantai penting dalam memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.
Secara analitis, keberhasilan panen di tingkat desa memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dari hulu. Ketahanan pangan modern tidak hanya diukur dari besarnya produksi nasional, tetapi juga dari kemampuan setiap wilayah mempertahankan produktivitas lahan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membangun kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan.
Keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam mendampingi aktivitas pertanian menunjukkan transformasi peran Polri yang semakin adaptif terhadap dinamika pembangunan masyarakat. Pendekatan humanis melalui penguatan sektor pangan menjadi bagian dari upaya menciptakan stabilitas sosial, karena ketersediaan pangan yang memadai merupakan salah satu pilar utama terciptanya keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Panen jagung Kuartal III di Desa Malambigu menjadi bukti bahwa keberhasilan program nasional sesungguhnya dibangun dari kerja keras masyarakat desa yang konsisten mengolah lahan dan menjaga produktivitas pertanian. Dari hamparan ladang di Dampal Utara, semangat membangun ketahanan pangan nasional terus bertunas, menjadi harapan bagi terwujudnya Indonesia yang semakin mandiri dan berdaulat di sektor pangan.
( LW.id )

