Tolitoli | LenteraWayracana.id – Spirit pengabdian kepada masyarakat kembali menemukan momentumnya melalui gerakan mahasiswa. Persatuan Pelajar Mahasiswa Tolitoli (PERPIT) Cabang Gorontalo terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai ikhtiar menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah asal.

Pada Jumat, 3 Juli 2026, jajaran Pengurus PERPIT Cabang Gorontalo melaksanakan silaturahmi sekaligus diskusi mengenai pengembangan kegiatan kemahasiswaan bersama Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog yang tidak hanya membahas dinamika organisasi mahasiswa, tetapi juga memetakan arah pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Jemi Yusuf, potensi pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Tolitoli yang sedang menempuh pendidikan di Provinsi Gorontalo diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 mahasiswa saat ini menetap di Asrama PERPIT Cabang Gorontalo. Angka tersebut merepresentasikan modal sosial yang bernilai strategis dalam membangun jejaring intelektual sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda terhadap pembangunan daerah.

Dalam diskusi itu, PERPIT memaparkan rencana pelaksanaan program VOLAKTIVE (Volunteer Learning, Action, Knowledge, Travel, Innovation, and Volunteer Education) sebagai implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Mengusung tema “Menyapa Daerah dengan Aksi, Menghadirkan Harapan Sepenuh Hati”, program tersebut akan difokuskan pada kegiatan sosial dan edukasi yang menyasar masyarakat di Dusun Salu, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Agenda itu dijadwalkan berlangsung pada Rabu–Kamis, 15–16 Juli 2026.


Secara konseptual, VOLAKTIVE tidak sekadar dipahami sebagai agenda seremonial mahasiswa. Lebih dari itu, program tersebut merefleksikan transformasi paradigma organisasi kemahasiswaan yang bergerak dari ruang-ruang akademik menuju laboratorium sosial. Di sana, ilmu pengetahuan diuji relevansinya melalui aksi nyata yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam perspektif pembangunan sumber daya manusia, kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis. Kehadiran mahasiswa sebagai agen perubahan bukan hanya menghadirkan transfer pengetahuan, melainkan juga membangun budaya kolaborasi, memperkuat literasi sosial, serta menumbuhkan optimisme masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan humanis.
Rombongan PERPIT Cabang Gorontalo dipimpin oleh Sekretaris Umum, Dinda Maya Anggraini, didampingi para pengurus, yakni Dedy Saputra, Rifaldi A. Dani, Muh. Zidane, dan Moh. Ramadhan. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen organisasi dalam menjaga komunikasi yang konstruktif dengan para pemangku kebijakan sebagai bagian dari penguatan ekosistem kemahasiswaan.
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa investasi terbesar suatu daerah bukan semata-mata terletak pada sumber daya alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya. Mahasiswa, dengan kapasitas intelektual dan semangat voluntarismenya, merupakan aset strategis yang mampu menjadi katalis perubahan apabila diberikan ruang untuk berkarya dan mengabdi.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, langkah PERPIT Cabang Gorontalo menghadirkan program berbasis pengabdian masyarakat menjadi contoh bahwa idealisme akademik dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Ketika ilmu pengetahuan bertemu empati, maka lahirlah pengabdian yang bukan hanya memberi manfaat sesaat, tetapi juga menanamkan harapan bagi masa depan.
Sumber: Keterangan tertulis Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, terkait kegiatan silaturahmi dan diskusi bersama Pengurus PERPIT Cabang Gorontalo.
(Lw.id)

