TOLITOLI – Pemerintah Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tahun 2026 sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tolitoli. Forum strategis ini menjadi ruang partisipatif untuk menyelaraskan usulan pembangunan desa dan kelurahan dengan arah kebijakan daerah.

Musrenbang dibuka secara resmi dengan mengedepankan semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur DPRD Kabupaten Tolitoli Daerah Pemilihan (Dapil) I, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), perwakilan Bappeda, Forkopimcam Baolan, para lurah dan kepala desa, LPMK, BPD, serta delegasi Musrenbang dari seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Baolan.
Camat Baolan, Andi Irmayanti, S.STP., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan merupakan proses transformasi sosial yang bertujuan mengubah kondisi aktual menuju kondisi ideal yang diharapkan masyarakat. Transformasi tersebut tidak hanya berwujud pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penguatan struktur sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembentukan mentalitas masyarakat yang adaptif dan berdaya saing.
“Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh perencanaan yang sistematis, terarah, dan berbasis data. Musrenbang ini menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan disusun secara partisipatif dan akuntabel,” ujarnya.
Pelaksanaan Musrenbang kecamatan ini merupakan kelanjutan dari Musrenbang desa dan kelurahan yang telah dilaksanakan pada 15–16 Januari 2026. Seluruh usulan yang masuk telah melalui proses verifikasi administratif dan lapangan guna menilai kelayakan program sebelum dibahas di tingkat kecamatan. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjamin efektivitas dan efisiensi perencanaan pembangunan.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama, antara lain kerusakan infrastruktur, degradasi lingkungan, rendahnya indeks kesehatan, daya saing pendidikan, serta masih tingginya angka kemiskinan. Melalui Musrenbang, para peserta didorong untuk memberikan masukan konstruktif dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan kewenangan daerah.

Keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam pembiayaan pembangunan. Oleh karena itu, penyusunan skala prioritas dinilai sebagai langkah rasional dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Selain mengandalkan APBD, pemerintah daerah juga didorong untuk membuka peluang pendanaan dari APBD Provinsi, APBN, serta kerja sama dengan sektor swasta melalui skema investasi yang berkelanjutan.
Aspek keakuratan data juga mendapat perhatian serius. Data yang valid dan mutakhir merupakan fondasi utama dalam perencanaan pembangunan agar tidak terjadi bias kebijakan yang berujung pada inefisiensi program. Di samping itu, prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) menjadi acuan penting, terutama dalam pemanfaatan sumber daya alam agar tetap memperhatikan keselamatan lingkungan dan hak generasi mendatang.
Musrenbang Kecamatan Baolan Tahun 2026 mengusung tema “Mendorong Penguatan Pondasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Berbasis Sektor Unggulan dan Peningkatan SDM Unggul.”
Tema ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil, merata, dan berorientasi pada peningkatan kualitas manusia.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musrenbang Kecamatan Baolan Tahun 2026 resmi dibuka. Diharapkan, seluruh hasil kesepakatan dalam forum ini dapat menjadi pijakan strategis bagi pembangunan Kabupaten Tolitoli yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.(LWM.id)

