Lentera Wayracana.id | Toli-Toli, Menjelang malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia mengintensifkan pengawasan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) melalui skema pemantauan nasional berbasis virtual. Langkah ini menjadi bagian integral dari Operasi Ketupat 2026, sebuah operasi kepolisian terpusat yang dirancang untuk menjamin keamanan perayaan Lebaran di seluruh Indonesia.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor STR/62/III/OPS.1.1./2026 tertanggal 16 Maret 2026, pemantauan dilaksanakan secara serentak pada Jumat malam, 20 Maret 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolri bersama jajaran menteri dan kepala lembaga, terpusat dari Gedung Promoter Polda Metro Jaya dan terhubung ke seluruh wilayah melalui sarana video conference (Zoom Meeting).
Secara operasional, pendekatan ini mencerminkan model manajemen keamanan berbasis real-time monitoring, di mana respons terhadap potensi gangguan dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi. Dalam perspektif ilmiah populer, strategi ini dikenal sebagai “network-centric policing”, yaitu integrasi teknologi komunikasi untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan di lapangan.
Para Kapolda dan Kapolres diinstruksikan untuk berada langsung di titik-titik strategis seperti Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu yang dinilai rawan. Kehadiran mereka tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga sebagai bentuk kepemimpinan lapangan (field leadership) yang memungkinkan interaksi langsung dengan masyarakat serta pemangku kepentingan daerah.
Di Pos Pelayanan Bumi Harapan, Toli-Toli, Sulawesi Tengah, suasana pemantauan berlangsung dengan nuansa kebersamaan lintas institusi.

Bupati Toli-Toli, H. Amran H. Yahya, hadir bersama Kapolres Toli-Toli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K., serta Komandan Kodim 1305/BT Aryanto Rolando, S.I.P. Turut mendampingi, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Toli-Toli Letkol Laut (P) Joko Ariyanto, S.H., M.G.T., Wakapolres Toli-Toli Kompol Alfius Parangi, S.H., Kasdim 1305/BT Kapten Inf Roy Kalalembang, serta jajaran pejabat utama Polres Toli-Toli.
Kehadiran unsur kepolisian sektor juga terlihat melalui Kapolsek Baolan Iptu Samir Muhammad, S.H., M.H., bersama Wakapolsek Baolan Iptu Subroto. Sinergi lintas institusi ini menunjukkan soliditas koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah selama momentum Lebaran.
Di tengah hiruk pikuk persiapan Idulfitri, masyarakat yang melintas di sekitar pos pelayanan tampak memanfaatkan fasilitas yang disediakan, mulai dari layanan kesehatan hingga informasi arus mudik. Interaksi hangat antara petugas dan warga menghadirkan sisi human interest, sebuah potret pelayanan publik yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga empatik.
Sementara itu, Divisi Teknologi Informasi Polri memastikan kesiapan infrastruktur digital, termasuk stabilitas jaringan dan kelancaran akses Zoom Meeting. Gladi jaringan bahkan dilakukan dua jam sebelum pelaksanaan untuk meminimalkan potensi gangguan teknis, sebuah langkah preventif yang menunjukkan pentingnya reliability dalam sistem komunikasi modern.
Dalam konteks analitis, pemantauan virtual ini tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai instrumen akuntabilitas publik. Dengan keterlibatan lintas kementerian dan lembaga, transparansi serta koordinasi menjadi lebih terstruktur.
Polri juga mewajibkan seluruh jajaran melaporkan rencana kegiatan pengamanan (rengiat PAM), termasuk jumlah titik rawan, lokasi pemantauan, hingga pejabat yang hadir di lapangan. Data tersebut dihimpun secara terpusat untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven policy).
Pada akhirnya, pengamanan malam takbiran bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan refleksi kesiapan negara dalam menjamin rasa aman warganya. Di balik layar koordinasi digital dan protokol operasional, terdapat dedikasi aparat yang bekerja dalam senyap, mengawal momen sakral masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
(LW.id)
